1 Komentar

Serial Fiqih Praktis – 02: Air yang Suci Namun Tidak Mensucikan

Sebelumnya kita telah mengenal jenis-jenis air yang suci dan sah digunakan sebagai media bersuci. Berdasarkan dalil-dalil dari al-Qur’an dan Sunnah, jenis-jenis air tersebut adalah:

  1. Air Hujan
  2. Salju atau Es
  3. Air dari Sumber Mata Air
  4. Air Laut
  5. Air Zam-Zam
  6. Air yang Tercampur dengan Sesuatu yang Suci
  7. Air Melimpah yang Terkena Na’jis, namun Rasa, atau Bau, atau Warnanya Tidak Berubah
  8. Air Bekas (Musta’mal) Wudhu’, dan semisalnya
  9. Air yang Telah Dipanaskan

Untuk mendapatkan penjelasan lebih lengkap tentang ke-9 jenis air tersebut berikut dalil-dalilnya, lihat artikel sebelumnya yang berjudul: “Jenis-Jenis Air untuk Thahârah”

Selain itu, ada juga jenis air yang suci namun tidak sah untuk digunakan sebagai media bersuci, yang diistilah oleh para fuqahâ’ dengan sebutan “al-Mâ-ut Thâhir Ghairul Muthahhir”.

Tolak Ukur al-Mâ-ut Thâhir Ghairul Muthahhir

Syaikh Husein al-‘Uwâyisyah mengatakan:

وَهُوَ مَا خَالَطَهُ طَاهِرٌ، فَغَيَّرَ اسْمَهُ

al-Mâ-ut Thahir Ghairul Muthahhir adalah air yang tercampur dengan sesuatu yang bersih, sehingga air tersebut tidak lagi dinamakan air.”[1]

Seperti air yang dicampur dengan gula dan bubuk kopi sehingga menjadi air kopi, atau kuah sayur, tinta, dan lain-lain.

Jenis-jenis air tersebut statusnya suci, tidak menyebabkan na’jis, hanya saja tidak bisa dijadikan media untuk Thahârah (mandi junub atau berwudhu’).

Karena Thahârah yang telah ditetapkan oleh al-Qur’an, haruslah dengan air.

Dalilnya Adalah…

Firman Allâh:

…فَلَمْ تَجِدُوْا مَاءً فَتَيَمَّمُوْا

“…dan kalian tidak mendapati air, maka bertayammumlah…” [QS. An-Nisâ’: 43, al-Mâ-idah: 6]

Diriwayatkan dari ‘Athâ’ bahwasanya:

أنَّهُ كَرِهَ الْوُضُوْءَ بِاللَّبَنِ وَالنَّبِيْذِ، وَقَالَ: إِنَّ التَّيَمُّمَ أَعْجَبُ إِليَّ مِنْهُ

“Beliau tidak membenarkan wudhu’ dengan air susu atau perasan anggur. Beliau juga mengatakan, ‘Sungguh aku lebih memilih tayammum daripada berwudhu’ dengan jenis air tersebut.’[2]

Abul ‘Âliyah pernah ditanya oleh Abû Khaldah perihal laki-laki yang hendak mandi junub, namun tidak mendapatkan air kecuali air perasan anggur. “Apakah boleh mandi junub dengan air anggur tersebut?” Beliau (Abul ‘Âliyah) menjawab: “Tidak boleh”.[3]

Imam Bukhâri dalam Shahîh-nya mengatakan:

بَابُ لاَ يَجُوزُ الوُضُوءُ بِالنَّبِيذِ، وَلاَ المُسْكِرِ

“Bab: Tentang tidak bolehnya berwudhu’ menggunakan air perasan anggur atau minuman yang memabukkan.”[4]

 

Sumber Bacaan:

Al-Mausû’ah al-Fiqhiyyah al-Muyassarah (jilid-1),

Husein bin ‘Audah al-‘Uwâyisyah, Cet.-1, al-Maktabah al-Islâmiyyah

***


[1]  Al-Mausû’ah al-Fiqhiyyah al-Muyassarah: 1/23.

[2]  Diriwayatkan oleh al-Bukhâri secara mu’allaq, asalnya ada di Sunan Abi Dâwud (86), lihat. Shahîh Sunan Abi Dâwud (78).

[3]  Shahîh Sunan Abî Dâwud (79).

[4]  Lih. Fathul Bâri: 1/354.

About these ads

One comment on “Serial Fiqih Praktis – 02: Air yang Suci Namun Tidak Mensucikan

  1. Catatan pinggir terkait Firman Allâh:

    … فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا

    “…lalu kalian tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih)…” [QS. al-Mâ-idah: 6]

    Ayat tersebut memberikan pengertian bahwa berwudhu’ itu harus dengan air, bukan dengan cairan yang tidak lagi dinamakan air seperti, susu, jus, bensin, minyak, dll. Karena jika itu yang dimaksud, maka Allah tidak akan langsung mengalihkan alternatif media bersuci dari air ke tanah atau debu pada ayat tersebut. [lih. Al-Fiqhul Muyassar fid Dhau-il Kitaabi was Sunnah: 2]

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: