Archive | Agustus 2012

You are browsing the site archives by date.

Puasa Syawwal: 5 Pelajaran Berharga dari Imam Malik

Puasa Syawwal: 5 Pelajaran Berharga dari Imam Malik

Ada sebuah ungkapan yang—bagi saya pribadi sebagai orang yang awam dalam fiqih madzhab—cukup “mengherankan” dari Imam Malik bin Anas rahimahullaah (wafat: 179-H) tentang sunnah puasa 6 hari di bulan Syawwal. Dalam al-Muwaththa’ Imam Malik[1] disebutkan: قَالَ يَحْيَى: وسَمِعْتُ مَالِكًا يَقُولُ: فِي صِيَامِ سِتَّةِ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ، «إِنَّهُ لَمْ يَرَ أَحَدًا مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ […]

“Innal Insaana Lirobbihi Lakanuud…”

“Innal Insaana Lirobbihi Lakanuud…”

Ibnul Qayyim rahimahullaah (wafat: 751-H) dalam kitabnya Madaarijus Saalikiin (1/209-210, Cet.-3, Daarul Kitab al-‘Arobi – Beirut) menuliskan permisalan yang sangat indah, tentang mereka yang senantiasa menghitung-hitung musibah dan melupakan nikmat-nikmat Allah, padahal dia sendiri adalah penyebab utama dari segenap musibah yang menimpanya: وَلَوْ عَلِمَ هَذَا الظَّالِمُ الْجَاهِلُ أَنَّهُ هُوَ الْقَاعِدُ عَلَى طَرِيقِ مَصَالِحِهِ يَقْطَعُهَا عَنِ […]

Siapa yang Lebih Bersyukur, Engkau atau Allah?

Siapa yang Lebih Bersyukur, Engkau atau Allah?

Telinga kita tidak asing lagi dengan ungkapan “Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan tambahkan untuk kalian.” Itu bukan sekedar ungkapan, sobat! Itu cuplikan alih bahasa dari firman Allah. Begitu seringnya kalam Ilahi tersebut kita dengarkan, menjadikan  telinga kanan kita  “begitu hafalnya” sampai-sampai ia lemparkan begitu saja ke telinga kiri karena bosan. Telinga kiri pun tak […]

Agar Namaku & Namamu Harum Abadi

Agar Namaku & Namamu Harum Abadi

Sungguh menarik membaca karya-karya besar para cendekiawan Islam (baca: ulama salaf). Tambah menarik lagi ketika kita menyadari bahwa mereka, orang-orang mulia tersebut, ternyata lahir dengan jarak waktu ratusan tahun sebelum kita dilahirkan. Saat mereka wafat pun, perjalanan waktu masih harus menempuh jarak ratusan tahun sampai kita dilahirkan (bahkan sampai kata demi kata ini saya tuliskan). […]

Boleh “Qadha’ + Syawwal” Sekaligus Nggak..?? Yang Mana Lebih Dulu..??

Boleh “Qadha’ + Syawwal” Sekaligus Nggak..?? Yang Mana Lebih Dulu..??

Keutamaan Puasa Syawwal Berpuasa 6 hari di bulan Syawwal punya keutamaan yang besar di sisi Allah. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat, Abu Ayyub al-Anshory radhiallaahu’anhu[1]: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ “Barangsiapa berpuasa Ramadhan, lalu melanjutkannya dengan berpuasa 6 hari di bulan Syawwal (selain […]

Lantas, “Apa Setelah Ramadhan..??”

Lantas, “Apa Setelah Ramadhan..??”

Ada satu pertanyaan yang senantiasa mengayun di serambi hati, saat rembulan Syawwal—yang indah itu—akhirnya tersenyum lagi menyapa bumi. Tentang Ramadhan kah? Yap, apakah dia yang baru saja lewat menyapa dengan salam perpisahan, ataukah justru kita yang lebih dulu melambaikan kepadanya tangan kebebasan? Wahai sobat! Garisbawahi kata “kebebasan”, lalu pandanglah ia dengan mata hati barang sejenak. […]

Arsip catatan yang telah lalu…

Arsip catatan yang telah lalu…

Arsip catatan yang telah lalu…

Blog ini sejatinya “lembaran baru” dari blog saya sebelumnya kristaliman.blogspot.com.

yang pengen baca atau download artikel-artikel sebelumnya, silahkan mengunjungi link tsb, atau bisa juga ke alhujjah.com

Bersatu Bersama Ulil Amri Dalam ‘Ibadah Jama’iyyah

Bersatu Bersama Ulil Amri Dalam ‘Ibadah Jama’iyyah

Jika Hilal Syawwal Bisa Terlihat, Namun Tidak Bagi Sebagian Orang Berikut ini adalah hadits yang kami nukilkan dari al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah al-Muyassaroh (3/209, cet.-1 Maktabah Islamiyyah) karya Syaikh Husein al-‘Uwaayisyah. عَن أبي عُمَيْر بن أَنَس بن مَالِك قال: “حدَّثنِي عُمُوْمَتِي مِن الأنْصار مِن أَصْحاب رسول الله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قالوا: أُغْمِي علينا هِلاَلُ […]

Tingkatan Ibadah Dengan al-Qur’an

Tingkatan Ibadah Dengan al-Qur’an

Tingkatan ibadah dalam membaca al-Qur’an ada tiga. Pertama, murni tilawah. Yaitu sebatas membaca al-Qur’an tanpa pemahaman, tanpa tadabbur dan tafakkur. Pada tingkatan ini, seseorang tetap diganjar pahala sesuai kadar usaha dan keikhlasannya dalam membaca. Kedua, tilawah yang diiringi pemahaman, tadabbur dan tafakkur makna ayat-ayat yang dibaca. Tingkatan ini lebih tinggi dari yang pertama, sekalipun lebih […]

Merangkai Ulang Hubungan Kita Dengan al-Qur’an

Merangkai Ulang Hubungan Kita Dengan al-Qur’an

“Sebuah Renungan di Penghujung Ramadhan 1433-H” Suatu ketika Abdullah bin Zubair rahimahullaah bertanya pada ibunda beliau tercinta, Asma’ binti Abi Bakr ash-Shiddiq radhiallaahu’anhuma; perihal keadaan para sahabat Rasulullah dahulu ketika mendengar ayat-ayat Ilahi (al-Qur’an) dibacakan. Maka Asma’ pun menjawab: تَدْمَعُ أَعْيُنُهُمْ وَتَقْشَعِرُّ جُلُوْدُهُمْ كَمَا نَعَتَهُمُ اللهُ “Air mata mereka bercucuran, dan kulit-kulit mereka gemetar, persis […]