Tinggalkan komentar

Faidah Ushul – 01: Kehilangan Pahala = Dosa ??

Di kalangan fuqoha (para ahli fiqih) dikenal istilah:

فَوَاتُ الأَجْرِ كَحُصُوْلِ الإِثْمِ

Atau yang jika diterjemahkan secara tekstual ke dalam bahasa kita, kalimat tersebut berbunyi:

“Kehilangan pahala itu, seperti mendapat dosa”

Maksudnya begini;

Suatu amalan (yang diterangkan oleh syari’at bahwa amalan tersebut) jika dikerjakan maka berakibat pada berkurangnya pahala seseorang, maka bisa dipahami bahwa amalan tersebut terlarang alias haram untuk dikerjakan.

Agar lebih jelas lagi, mari menyimak ucapan al-Imam Ibnu ‘Utsaimin rahimahullaah berikut ini dalam fatwanya tentang hukum memelihara anjing di rumah:

يحرم على الإنسان اقتناء الكلب إلا في الأمور التي نص الشرع على جواز اقتنائه فيها، فإن (من اتخذ كلبا-إلا كلب مشية أو صيد أو زرع-انتقص من أجره كل يوم قيراط) وإذا كان ينتقص من أجره قيراط فإنه يأثم يذلك؛ لأن فوات الأجر كحصول الإثم، كلاهما يدل على التحريم  

“Haram bagi manusia untuk memelihara anjing kecuali dengan tujuan yang telah diijinkan oleh syari’at. Karena “barangsiapa memelihara anjing dengan tujuan selain untuk membantu gembala ternak, untuk berburu, atau untuk bertani, maka pahala si pemelihara akan berkurang setiap hari sebanyak satu Qiiraath[1]”. Nah, jika berkurang pahalanya satu Qiirath, maka dia berdosa karenanya. Sebab, kehilangan pahala berarti sama saja dengan mendapat dosa, kedua-duanya (baik kehilangan pahala dan mendapat dosa) sama-sama menunjukkan suatu pengharaman.” [nukilan dari al-Fataawa asy-Syar’iyyah fil Masaa-il al-‘Ashriyyah hal. 1797-1798, DR. Khalid Abdurrahman al-Jariisiy]

Kesimpulannya; keharaman memelihara anjing[2] (tanpa sebab-sebab ang diijinkan oleh Syari’at) bisa disimpulkan dari sebab yang diakibatkannya berupa pengurangan pahala seseorang setiap hari. Ini faidah ilmu tentang Ushul Fiqih yang sangat berharga.

Terima kasih dan syukur

sebesar-besar rasa syukur saya haturkan pada-Mu semata Yaa Rabb, Engkau telah sudi menambahkan untukku satu ilmu pagi ini. Yaa Rabb tambahkan selalu bagi hamba-Mu ini ilmu (yang bermanfaat), dan tumbuhkanlah untuk setiap ilmu yang Kau berikan padaku empat hal;

  • Segera mewujudkannya dalam amal,
  • Ikhlas dalam amal tersebut karena-Mu semata
  • Konsisten di atasnya
  • Dan agar aku bisa mengajak orang lain untuk melakukan empat hal ini.

***

12 Dzulhijjah 1433 / 28 Okt. 2012

Jo Saputra Halim (Abi Ziyan)

Email: abiziyan@ponpesabuhurairah.com

 


[1]  Ini adalah ucapan Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah, beliau mengatakan “Qiiraath”, sesuai dengan redaksi di Shahih Muslim no. 1574, sementara dalam Shahih al-Bukhari no. 5480 lafaznya adalah “Qiiraathaan” (dua Qiiraath), maksudnya; pengurangan 1 Qiiraath dari amalnya di siang hari dan 1 Qiiraath dari amalnya di malam hari (sebagaimana dijelaskan oleh pen-ta’liiq dalam catatan kaki).

Qiiraath adalah jenis ukuran tertentu, terkadang digunakan untuk ukuran yang banyak dan terkadang juga sedikit. Dalam hadits tentang keutamaan mengantar jenazah, istlah Qiiraath digunakan oleh Rasulullah sebagai representasi besarnya pahala yang diperoleh sebesar gunung Uhud [Shahih Bukhari: 47].

[2]  Jika ditinjau dari sisi na’jis ‘aini yang melekat pada (jilatan) anjing, jelas sekali bahwa anjing jauh lebih na’jis dari babi. Karena jilatan anjing hanya bisa disucikan dengan 7 kali bilasan air, salah satunya harus dengan tanah. Namun tidak demikian halnya dengan na’jis babi. Ini menunjukkan betapa beratnya na’jis yang melekat pada anjing. Ini semakin menguatkan keharaman memelihara anjing. Belum lagi jika ditinjau dari sisi harta yang dihabiskan percuma untuk memelihara anjing. Ini semakin menguatkan keharaman memelihara anjing tanpa sebab-sebab yang dibolehkan oleh syari’at [Penjelasan tambahan Imam Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah dalam al-Fataawa asy-Syar’iyyah fil Masaa-il al-‘Ashriyyah hal. 1797-1798, DR. Khalid Abdurrahman al-Jariisiy].

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: