4 Komentar

Di Balik Distorsi Sejarah & Riwayat Tentang Karbala (Tempat Terbunuhnya Cucu Nabi Tercinta)

Ada distorsi sejarah yang sepertinya sengaja dibuat dalam kisah “Terbunuhnya Husein bin Ali—cucu tercinta Rasulullah—di padang Karbala”. Ini adalah kesimpulan yang saya dapatkan setelah membaca buku sejarah berjudul “Hiqbatun min at-Taariikh (hal. 229-244)” karya Syaikh DR. ‘Utsman Muhammad al-Khumais. Buku ini memaparkan fakta sejarah Islam yang terjadi setelah wafatnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sampai dengan tragedi terbunuhnya Husein bin Ali radhiallaahu’anhu.

Distorsi sejarah tersebut berujung memilukan sampai detik ini. Berupa kebencian abadi terhadap non-ahlul bait yang turun temurun diwariskan oleh Syi’ah kepada anak keturunannya. Jadilah kebencian tersebut menembus batas ekstrim. Sehingga persatuan antara Syi’ah dan Sunni adalah perkara—yang secara syar’i—mustahil akan terjadi. Maka inilah Syi’ah yang kita lihat hari ini dalam berbagai warna kejahatannya terhadap pesatuan Islam.

Bukan hanya itu, doktrin-doktrin tekstual dari berbagai literatur Syi’ah yang merupakan rujukan fundamental bagi pemeluknya, menceritakan betapa Tanah Karbala memiliki kesakralan yang jauh melampaui Tanah Haram dan Baitullah (Ka’bah). Hal ini tentu saja memberikan andil yang sangat masif bagi hancurnya simbol persatuan Islam yang terbesar, yaitu Haji ke Baitullah.

Dengan (satu lagi) referensi ilmiah berikut ini;

Ushuul Madzhab Syii’ah al-Imaamiyyah al-Itsnaa ‘Asyariyyah (3 jilid, 1380 halaman): Tesis doctoral yang ditulis oleh Syaikh DR. Nashir bin Abdillah Ali al-Qofaari dari Univ. Islam Imam Muhammad bin Su’ud – KSA. Mendapat predikat tertinggi Summa Cum-laude, sekaligus meraih rekomendasi untuk dicetak dan menjadi rujukan di setiap Univ. Islam dalam studi di bidang “Aqidah dan Madzhab Kontemporer”.

saya mengutip beberapa riwayat—yang boleh dibilang “super lebay”—terkait kesakralan Tanah Karbala di mata ajaran Syi’ah Imamiyyah. Riwayat-riwayat tersebut dikutip dari kitab-kitab asli Syi’ah Imamiyyah, yang sampai hari ini dianggap sebagai pondasi utama bagi bagunan aqidah Syi’ah. Dari situ akan terkuak apa sebenarnya tujuan utama Syi’ah di balik Perayaan Karbala (10 Muharram) yang mereka peringati dengan ratapan, tangisan—dan bahkan penyiksaan diri—pada setiap tahunnya.

Semuanya saya tuangkan dalam sebuah tulisan lepas untuk Buletin al-Hujjah (Vol. 01/Thn. 13/01-1434) di bawah judul:

“Misi Syi’ah di Balik Hari Raya Karbala”

Anda bisa mengunduh versi online-nya (PDF) di sini.

Oya…satu lagi, Anda juga bisa mendownload 2 kitab berharga yang saya sebutkan di atas (dalam format PDF):

Semoga bermanfaat, bagi saya dan bagi kaum muslimin secara umum.

***

Lombok, 01 Muharram 1434-H / 15 Nov. 2012

Jo Saputra Halim (Abu Ziyan)

4 comments on “Di Balik Distorsi Sejarah & Riwayat Tentang Karbala (Tempat Terbunuhnya Cucu Nabi Tercinta)

  1. Wajar jk org buta berkomentar : gajah spt daun, gajah spt tali, gajah spt tiang listrik dan sbgnya. Analogi itu sama ketika kita melihat kepercayaan agama manapun dr sisi kita sendiri yg akan beda dgn org lain. Tp kita bisa gunakan parameter yg adil yaitu jk buah akan jatuh jauh dr pohonnya anda melihat negara2 dlm dunia islam

    • Lanjutan….pemerintahan di negara2 islam mewakili mazab tertentu dlm islam. Itulah pohon dan buahnya. Siapa yg paling keras melawan kekuatan barat amrik dan israel sampai2 diembargo 30 thn? Itulah iran yg syiah imamiah. Bgmn dgn yg lain?

  2. Maaf. Buah jatuh tak jauh dr pohonnya. Mungkin kita akan komentar jk iran yg diembargo 30 thn bersandiwara dgn amrik barat israel dan didukung negara2 arab? Hanya org2 bebal yg katakan iya. Itulah hussein yg sendirian dikeroyok syiah muawiyah cikal bakal aswaja.

  3. Terimakasih atas pencerahannya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: