Tinggalkan komentar

Syair “Renungan Muharram” – 01

قَطَعْتَ شُهُوْرَ الْعَامِ لَهْوًا وَغَفْلَةً وَلَمْ تَحْتَرِمْ فِيْمَا أَتَيْتَ الْمُحَرَّمَا

“Engkau telah menghabiskan bulan demi bulan sepanjang tahun dalam buaian dan kelalaian … Pun tatkala Muharram datang, engkau tidak memberikan penghormatan (dengan meninggalkan maksiat).”

فَلاَ رَجَبًا وَافَيْتَ فِيْهِ بِحَقِّهِ وَلاَ صُمْتَ شَهْرَ الصَّوْمِ صَوْمًا مُتَمِّمَا

“Rajab pun tidak engkau tunaikan haknya (dengan ibadah dan taqarrub) … Saat datang bulan puasa, engkau juga tidak menunaikannya dengan sempurna.”

وَلاَ فِي لَيَالِي عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ الَّذِي مَضَى كُنْتَ قُوَّامًا وَلاَ كُنْتَ مُحْرِمَا

“Pada 10 malam Dzulhijjah yang telah berlalu … engkau juga tidak bangun untuk shalat malam dan juga tidak memakai ihram untuk berhaji.”

فَهَلْ لَكَ أَنْ تَمْحُو الذُّنُوْبَ بِعِبْرَةٍ وَتَبْكِيْ عَلَيْهَا حَسْرَةً وَتَنْدَمَا

“Akankah engkau menghapus dosa dengan ibrah (mengambil pelajaran) … dan menangisinya dalam penyesalan yang sangat?”

وَتَسْتَقْبِلُ الْعَامَ الْجَدِيْدَ بِتَوْبَةٍ لَعَلَّكَ أَنْ تَمْحُو بِهَا مَا تَقَدَّمَا

“Dan akankah engkau menyambut kedatangan tahun baru (Muharram) dengan taubat … berharap bagimu, tuk’ menghapus dosa-dosa yang telah lalu.”

—Diterjemahkan dari Lathaa-iful Ma’aarif (hal. 36, Cet.Daar Ibn Hazm, 1424)—

Oleh: Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah (wafat: 795-H)

***

Lombok. 08 Muharram 1434 / 22-11-2012

Jo Saputra Halim (Abu Ziyan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: