Tinggalkan komentar

6 Jenis Ucapan “Andaikata…” & Konsekuensi Hukumnya

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengucapkan kalimat “andaikata” dan kalimat-kalimat semisal yang serumpun dalam makna, seperti “kalau saja”, “coba kalau…”, dan “andaikan saja…”.

Al-Imam Ibnu ‘Utsaimin rahimahullaah dalam bukunya “al-Qoulul Mufiid ‘alaa Kitaabit Tauhiid” (II/361-363, Cet.2 Daru Ibnil Jauzi, 1424-H) menjelaskan bahwa kalimat-kalimat tersebut digunakan pada beberapa sisi berikut ini, masing-masing punya konsekuensi dari sudut pandang dosa dan pahala:

الوجه الأول: أن تستعمل في الاعتراض على الشرع، وهذا محرم، قال الله تعالى: {لَوْ أَطَاعُونَا مَا قُتِلُوا} 2 في غزوة أحد حينما تخلف أثناء الطريق عبد الله بن أبي في نحو ثلث الجيش، فلما استشهد من المسلمين سبعون رجلا اعترض المنافقون على تشريع الرسول صلى الله عليه وسلم، وقالوا: لو أطاعونا ورجعوا كما رجعنا ما قتلوا، فرأينا خير من شرع محمد، وهذا محرم وقد يصل إلى الكفر

Pertama; (“andaikata”) digunakan dalam konteks penolakan terhadap syari’at, dan tentu saja hal ini haram (hukumnya). Contohnya adalah firman Allah—ketika mengabarkan ucapan orang-orang munafik—: “Andaikata mereka mentaati kami (yakni ikut pulang ke rumah), niscaya mereka tidak akan terbunuh.” (QS. Ali Imran: 168).

Saat itu di tengah perjalanan menuju (perang) Uhud, Abdullah bin ‘Ubay (gembong munafik) melakukan desersi (mundur dari peperangan) bersama sekitar sepertiga pasukan. Ketika 70 orang sahabat akhirnya wafat meraih syahid dalam peperangan tersebut, orang-orang munafik menunjukkan keberpalingan dari syari’at (jihad) Rasulullah dengan mengatakan: “Andaikata mereka mentaati (saran) kami, dan ikut kembali sebagaimana kami kembali pulang, niscaya mereka tidak akan terbunuh (di Uhud). (Maka jelaslah) bahwa pendapat kami lebih baik daripada syari’at Muhammad.” Ini jelas-jelas haram, bahkan bisa mengantarkan kepada kekafiran.

الثاني: أن تستعمل في الاعتراض على القدر، وهذا محرم أيضا، قال الله تعالى: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَكُونُوا كَالَّذِينَ كَفَرُوا وَقَالُوا لإِخْوَانِهِمْ إِذَا ضَرَبُوا فِي الأَرْضِ أَوْ كَانُوا غُزّىً لَوْ كَانُوا عِنْدَنَا مَا مَاتُوا وَمَا قُتِلُوا} 3 أي: لو أنهم بقوا ما قتلوا; فهم يعترضون على قدر الله.

Kedua; (“andaikata”) digunakan dalam konteks pengingkaran terhadap takdir, ini juga diharamkan. Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian seperti orang-orang kafir yang berkata kepada rekan-rekan mereka yang hendak berangkat berperang; ‘Andaikata mereka tetap di sisi kami, niscaya mereka tidak akan mati dan tidak akan terbunuh.’” (QS. Ali Imran: 156). Dengan kata lain, “Kalau saja mereka tinggal, tentu mereka tidak akan terbunuh”. Maka dengan kalimat tersebut, mereka telah mengingkari takdir Allah.

الثالث: أن تستعمل للندم والتحسر، وهذا محرم أيضا; لأن كل شيء يفتح الندم عليك فإنه منهي عنه; لأن الندم يكسب النفس حزنا وانقباضا، والله يريد منا أن نكون في انشراح وانبساط، قال صلى الله عليه وسلم: ” احرص على ما ينفعك واستعن بالله ولا تعجز، وإن أصابك شيء، فلا تقل: لو أني فعلت كذا لكان كذا; فإن لو تفتح عمل الشيطان “1.

مثال ذلك: رجل حرص أن يشتري شيئا يظن أن فيه ربحا فخسر، فقال: لو أني ما اشتريته ما حصل لي خسارة; فهذا ندم وتحسر

Ketiga; (“andaikata”) digunakan untuk mengungkapkan penyesalan dan kesedihan (atas sesuatu yang luput), ini juga diharamkan. Karena segala sesuatu yang membuka pintu penyesalan dan kesedihan atasmu, maka itupun terlarang. Karena penyesalan menyebabkan jiwa menjadi sedih dan bimbang, sementara Allah menghendaki dari kita ketenangan, kelapangan, dan kerelaan (dalam menghadapi musibah). Rasulullah bersabda: “Bersemangatlah dalam meraih apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan pada Allah, dan jangan lemah. Jika sesuatu menimpamu, jangan berkata: ‘Andaikata aku berbuat ini dan itu…, karena kalimat “andaikata” bisa membuka perbuatan setan’ [HR. Muslim no. 2664].

Contohnya; seorang laki-laki yang bersemangat untuk membeli sesuatu yang disangkanya akan mendatangkan keuntungan, namun nyatanya malah kerugian yang didapat. Lantas dia berkata; “Andaikata aku tidak membelinya, tentu aku tidak akan rugi.” Ini adalah contoh penyesalan dan kesedihan (yang terlarang).

الرابع: أن تستعمل في الاحتجاج بالقدر على المعصية; كقول المشركين: {لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا أَشْرَكْنَا} 2 وقولهم: {لَوْ شَاءَ الرَّحْمَنُ مَا عَبَدْنَاهُمْ} 3 وهذا باطل.

Keempat; (“andaikata”) digunakan untuk membela maksiat dengan argumentasi takdir. Seperti ucapan orang-orang musyrik (dalam al-Qur-an): “Andaikata Allah menghendaki, tentu kami tidak akan berbuat syirik..” [QS. Al-An’aam: 148], dan juga ucapan mereka: “Andaikata Yang Mahapenyayang menghendaki, tentu kami tidak akan menyembah mereka (berhala-berhala itu)…”[QS. Az-Zukhruf: 20]. Dan (ungkapan seperti) ini jelas-jelas bathil.

الخامس: أن تستعمل في التمني، وحكمه حسب المتمنى: إن كان خيرا فخير، وإن كان شرا فشر، وفي الصحيحعن النبي صلى الله عليه وسلم في قصة النفر الأربعة قال أحدهم: ” لو أن لي مالا لعملت بعمل فلان “4 فهذا تمنى خيرا، وقال الثاني: “لو أن لي مالا لعملت بعمل فلان“5 فهذا تمنى شرا. فقال النبي صلى الله عليه وسلم في الأول: ” فهو بنيته، فأجرهما سواء “6 وقال في الثاني: ” فهو بنيته، فوزرهما سواء “7.

Kelima; (“andaikata”) digunakan untuk mengungkapkan angan-angan. Maka hukumnya tergantung pada apa yang menjadi objek angan-angan, jika yang diangankan adalah kebaikan, maka kebaikanlah balasannya, namun jika keburukan yang menjadi angan-angan, maka keburukan pula yang akan diraih. Di dalam hadits yang shahih dari Nabi, tentang kisah empat tipe manusia (Tipe-1. Hamba yang diberi ilmu dan harta lalu beramal dengan keduanya. Tipe-2. Hamba yang hanya diberi ilmu tanpa harta, namun punya niat untuk beramal dengan harta jika memiliki harta. Tipe-3. Hamba yang diberi harta tanpa ilmu, dia membelanjakan hartanya di atas kemaksiatan pada Rabb. Tipe-4. Hamba yang tidak dikaruniai baik ilmu maupun harta, namun punya niat untuk membelanjakan harta di atas kemaksiatan seandainya ia memiliki harta-pent)

Manusia tipe-2 berkata: “Andaikata aku punya harta seperti si fulan (tipe-1), aku akan beramal sepertinya”, maka ini adalah angan-angan yang baik. Adapun manusia tipe-4, dia berkata: “Andaikata aku punya harta seperti si fulan (tipe-3), aku akan berbuat seperti apa yang di perbuat”, ini adalah angan-angan yang buruk.

Maka Nabi bersabda tentang manusia tipe-2: “Dia meraih apa yang dia niatkan, maka pahala keduanya sama (antara manusia tipe-1 dan tipe-2).” Sedangkan perihal manusia tipe-4, Nabi bersabda: “Dia meraih apa yang dia niatkan, maka dosa keduanya sama (antara manusia tipe-3 dan tipe-4).”

Hadits tentang 4 tipe manusia di atas diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (az-Zuhd, no. 2325) dan Ibnu Majah (az-Zuhd, no. 4228). Dishahihkan oleh Imam al-Albani dalam Shahihul Jaami’ ash-Shaghiir (no. 3024)

السادس: أن تستعمل في الخبر المحض. وهذا جائز، مثل: لو حضرت الدرس لاستفدت

Keenam; (“andaikata”) digunakan semata-semata untuk menyampaikan kabar berita. Ini sah-sah saja, diperbolehkan. Seperti ucapan; “Andaikata aku menghadiri kuliah, tentu aku akan mendapatkan faidah.”

Asy-Syaikh Dr. Abdulaziz as-Sadhan dalam bukunya “ad-Daliilul ‘Ilmiy” (hal. 36, Cet.2 Darul Qibas, 1431-H) memberikan contoh ungkapan yang masuk dalam kategori ini:

طريق المسجد من هاهنا، ولو ذهبت من هناك فهو أبعد عليك

“Jalan menuju kemasjid lewat sini, andaikata lewat sana, maka akan semakin jauh bagimu.”

Demikianlah 6 kategori penggunaan ungkapan “andaikata” dan kata-kata yang semisal dengannya. Semoga dengan pemaparan di atas, kita bisa menghindari jenis-jenis ungkapan “andaikata” yang terlarang dalam syari’at. Kalaupun harus mengucapkannya, maka selayaknya ungkapan tersebut diucapkan pada konteks yang tidak dibenci oleh Allah.

***

Penyusun: Johan Saputra Halim (Abu Ziyan)
fb.com/jo.sasputra.halim

Artikel:
https://kristaliman.wordpress.com

Muroja’ah: Ust. Fakhruddin Abdurrahman, Lc.

(Mudir Ma’had Abu Hurairah Mataram – Lombok NTB)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: