Tinggalkan komentar

“Nabi Pernah Terkena Sihir Yahudi”, Pantaskah..??

Termaktub dalam ash-Shahihain (Shahih Bukhari – Shahih Muslim) dan perawi hadits selain keduanya bahwasanya Nabi pernah tersihir[1]. Akan tetapi sihir ini tidak memberi efek apa-apa dari sisi syari’at ataupun wahyu. Sihir tersebut hanya sekedar menyebabkan “khayalan” pada diri Nabi, seolah-olah beliau (merasakan) pernah melakukan sesuatu pada keluarga beliau padahal beliau belum pernah melakukannya. Dan sihir ini bersumber dari seorang Yahudi bernama Labiid ibnul A’shom yang memasang buhul sihir untuk Nabi, namun Allah menyelamatkan beliau, sampai datang wahyu yang mengabarkan tentang sihir tersebut. Beliaupun diberi perlindungan (oleh Malaikat) dengan bacaan mu’awwidzatain; QS. Al-Falaq dan QS. An-Naas.

Sihir tersebut tidak berdampak apa-apa pada kenabian beliau. Karena sihir tersebut tidak mempengaruhi keadaan beliau dalam kaitannya dengan wahyu dan ibadah sebagaimana pembahasan yang telah lalu.

Sebagian manusia telah mengingkari bahwa Nabi pernah tersihir, dengan dalih bahwa anggapan ini berujung pada konsekuensi yang membenarkan orang-orang kafir, bahkan membenarkan orang-orang zhalim yang mengatakan “Tidaklah kalian mengikuti kecuali seorang laki-laki yang terkena sihir .” [QS. Al-Israa: 47].

Kenyataan (bahwa Nabi pernah terkena sihir) ini—tidak diragukan lagi—tidaklah berkonsekuensi pada benarnya dakwaan orang-orang zhalim tersebut dalam menyifatkan Nabi. Karena mereka menduga bahwa Nabi dalam keadaan tersihir pada apa-apa yang beliau sampaikan dari wahyu, dan mereka menduga bahwa wahyu yang datang kepada beliau hanyalah igauan layaknya igauan orang-orang yang terkena sihir.

Adapun sihir yang menimpa Rasul ‘alaihis sholaatu wassalaam, tidak memberi dampak apa-apa pada diri beliau dalam hal wahyu, juga sedikitpun tidak berdampak pada masalah-masalah ibadah. Dan tidak dibenarkan bagi kita untuk mendustakan kabar (hadits) yang shahih hanya karena jeleknya pemahaman kita terhadap kabar shahih tersebut.

***

Dari kitab Fiqhul ‘Ibaadah hal. 72-73, Imam Ibnu ‘Utsaimin, Daarul Wathan an-Nasyr, 1425 H.

Diterjemahkan—dengan pertolongan Allah— oleh:  Jo Saputra Halim (Abu Ziyan).

Menjelang Zhuhur, 12 Rabi’uts Tsani 1432 (18 Maret 2011), di Maktabah Islamic Centre al-Hunafa’ Mataram-NTB.

 

FAIDAH TAMBAHAN DARI PEJELASAN

AL-QADHI IYADH Rahimahullah

Al Qadhi ‘Iyadh menjelaskan: “Sihir adalah salah satu jenis penyakit diantara penyakit-penyakit lainnya yang wajar menimpa Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti halnya penyakit lain yang tidak diingkari. Dan sihir ini tidak menodai kenabian Beliau.

Adapun keadaan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika itu, seolah-olah membayangkan melakukan sesuatu, padahal Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melakukannya. Hal itu tidak mengurangi kejujuran Beliau. Karena dalil dan ijma’ telah menegaskan tentang ke-ma’shuman (terpeliharanya) Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari sikap tidak jujur.

Terpengaruh sihir adalah perkara yang hanya mungkin terjadi pada diri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam masalah duniawi yang bukan menyangkut tujan (esensi) risalah Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak diistimewakan lantaran masalah duniawi pula. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia biasa yang bisa tertimpa penyakit seperti halnya manusia. Maka bisa saja terjadi, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dikhayalkan oleh perkara-perkara dunia yang tidak ada hakikatnya. Kemudian perkara itu (pada akhirnya) menjadi jelas sebagaimana yang terjadi pada diri Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam”. [ Zaadul Ma’ad (4/114), tahqiq dan takhrij Syu’aib Al Arnauth dan Abdul Qadir Al Arnauth]


[1] Shahih Bukhari no. 3268, Shahih Muslim no. 2189.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: