Tinggalkan komentar

Seuntai Kalimat Tentang QS. Al-Kâfirûn

Mari sejenak merehatkan hati dari segenap kesibukan, kemudian palingkan segenap focus perhatian pada rangkai ayat-ayat yang agung ini untuk sama-sama kita renungi:

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1) لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (3) وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6)

001. Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir, 002. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. 003. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. 004. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. 005. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. 006. Untukmulah agamamu, dan untukkulah, agamaku.”

[QS. Al-Kâfirûn: 1-6]

Asy-Syaikh Abu Bakr Jaabir al-Jazaairiy dalam kitab tafsirnya yang terkenal, Aisarut Tafaasir (5/624, Cet. Maktabatul ‘Uluum wal Hukm, 1424-H), menuliskan catatan terakhir setelah menafsirkan Surat al-Kaafirun:

تَقْرِيْرُ وُجُوْدِ المُفَاصَلَةِ بَيْنَ أَهْلِ الْإيْمَانِ وَأَهْلِ الْكُفْرِ وَالشِّرْكِ.

“(Surat ini) merupakan statemen tegas perihal eksistensi pembatas dan pemisah antara orang-orang beriman dengan orang-orang kafir dan musyrik.”

Keberadaan tembok pembatas dan pemisah tersebut adalah sebuah keharusan. Inilah yang dituntut oleh Islam dengan karakter ajaran tauhidnya yang kuat dan mengakar. Islam bukanlah agama topeng, yang mengijinkan para pemeluknya untuk berwajah ganda. Bukan juga agama bunglon yang melegalkan setiap pemeluknya untuk berubah warna di setiap tempat, waktu dan kondisi, “saat warna kekufuran mendominasi, berwarnalah engkau layaknya warna si kafir”. Ini bukanlah karakter Islam, Demi Rabb pemilik jagat semesta.

Mengkompromikan ikrar tauhid dengan keridhaan dan muka manis terhadap kekufuran, simbol-simbol kekufuran, bahkan aroma kekufuran; adalah paradoksi yang jauh lebih paradoks dibanding “kisah perkawinan” antara cahaya dan kegelapan.

***

Lombok, 18-02-2013

Jo Saputra Halim (Abu Ziyan)

//

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: