Archive | Maret 2013

You are browsing the site archives by date.

Syair Tentang Kematian

Memori saya kembali tergugah dengan sebuah ungkapan yang sangat indah (sekaligus menakutkan) tentang kematian. Saat salah seorang murid kami, Mu’adz Abdurrahman (X/MAP) hari itu mendapat giliran untuk tampil membawakan khithobah (khutbah singkat) selepas sholat Zhuhur. Dengan suara yang lirih dan pelan, dia membawakan tema tentang kematian. Yang membuat saya terhenyak adalah saat dia membacakan beberapa […]

Antara Kita dan Iblis (4 Cakupan Iman pada Allah)

Artikel ini adalah sumbangan dari al-Akh Shalihin (zaadahullaahu hirshan fii tholabil ‘ilmi), sangat bermanfaat dalam memahami pondasi dasar keimanan pada Allah. Saya (Abu Ziyan) hanya memberikan sedikit tambahan di antara tanda [..] dan sedikit perubahan dengan tanda strikethrough. [Prolog] Sering kita mendengar di mimbar-mimbar khutbah jum’at  dan di pengajian-pengajian umum, para khotib dan da’i di […]

Syair Imâm asy-Syâfi’i: “Selamat Tinggal Rasa Malas”

Imâm asy-Syâfi’i rahimahullâh berkata dalam syairnya: تَصَبَّرْ عَلَى مُرِّ الجَفَا مِنْ مُعَلِّمٍ ** فَإِنَّ رُسُوْبَ الْعِلْمِ فِيْ نَفَرَاتِهِ “Bersabarlah atas pahit getirnya jauh dan asing dari Sang Guru ** Karena bersemayamnya ilmu (di dalam hati-pent), diraih dari talqîn dan penjelasan Sang Guru (maka janganlah berpaling darinya-pent).” فَمَنْ لَمْ يَذُقْ مُرَّ التَعَلُّمِ سَاعَةً ** تَجَرَّعَ ذُلَّ […]

Ebook Gratis: “Untaian Indah Permata-Permata Salaf Tentang IKHLAS”

Ikhlas, sebagaimana pernah diungkapkan oleh Imam Ahmad rahimahullaah, adalah pokok di antara pokok-pokok agama yang asasi. Bahkan, tidaklah segenap makhluk diperintahkan kecuali demi memanifestasikan keikhlasan dalam setiap amalnya, baik lahir maupun batin. Allah berfirman: Artinya: “Padahal mereka tidaklah diperintahkan kecuali mengikhlaskan ibadah (hanya) kepada Allah dengan menjalankan agama yang lurus”. [QS. Al-Bayyinah: 5] Begitu agungnya […]

Syair Imâm Syâfi’i: “Jangan Remehkan Kehebatan Panah Malam (Do’a)”

Imâm Syâfi’i rahimahullâh (wafat: 204-H) berkata dalam bait syairnya: أَتَهْزَأُ بِالدُّعَاءِ وَتَزْدَرِيْهِ ** وَمَا تَدْرِيْ بِمَا صَنَعَ الْدُّعَاءُ “Apa engkau mencemooh do’a dan meremehkannya? ** Kau tidak tahu apa yang mampu dilakukan oleh do’a.” سِهَامُ اللَّيْلِ لاَ تُخْطِي ** لَهَا أَمَدٌ وَلِلْأَمَدِ انْقِضَاءُ “Panah malam (yakni: dua tangan yang menengadah pada Allâh di malam hari) […]

Syair Imam Syafi’i: “Biarkan Waktu Berbuat Semaunya”

Catatan Penting: Syair-syair Imam Syâfi’i berikut ini saya terjemahkan secara bebas. Tujuan utamanya adalah menyampaikan makna dan pesan-pesan positif yang dibawanya agar semudah mungkin sampai pada pemahaman pembaca. Jadi terjemahan yang Anda baca, tidak sepenuhnya—bahkan pada bagian tertentu sama sekali tidak—mewakili makna-makna akar setiap kosakata Arab secara bahasa. Ini penting untuk dicatat, agar tidak menjadikan […]

Serial Fiqih Praktis – 02: Air yang Suci Namun Tidak Mensucikan

Sebelumnya kita telah mengenal jenis-jenis air yang suci dan sah digunakan sebagai media bersuci. Berdasarkan dalil-dalil dari al-Qur’an dan Sunnah, jenis-jenis air tersebut adalah: Air Hujan Salju atau Es Air dari Sumber Mata Air Air Laut Air Zam-Zam Air yang Tercampur dengan Sesuatu yang Suci Air Melimpah yang Terkena Na’jis, namun Rasa, atau Bau, atau […]

Ebook (Serial Fiqih Praktis-01): Jenis-Jenis Air untuk Thaharah

Para fuqahâ’ telah membagi jenis air menjadi tiga bagian, jika ditinjau dari sisi kesucian dan fungsinya untuk digunakan sebagai media bersuci (Thahârah). Pertama, al-Mâ-ut Thahûr, yaitu air yang suci dan bisa mensucikan yang lain dari na’jis. Kedua, al-Mâ-ut Thahûr Ghairil Muthahhir, yakni air yang suci (tidak na’jis) namun tidak bisa mensucikan yang lain dari na’jis. Ketiga, al-Mâ-un Najas, yaitu air yang […]

Fawâ-id Ushul – 02: Jika Kaidah Madzhab Bertentangan dengan Dalil (Umum—sekalipun—)

Para ulama yang setia berjalan di atas manhaj Salafush Shâlih telah menegaskan bahwa: القَاعِدَةُ لَا تَثْبُتُ إلَّا بِدَلِيْلٍ فَيُسْتَدَلُّ لَهَا مِنَ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَلَا يُسْتَدَلُّ بِهَا إذَا لَمْ تَثْبُتْ بِالدَّلِيْلِ “Suatu kaidah tidak bisa dianggap sebagai kaidah kecuali jika didasari oleh dalil dari al-Kitab dan as-Sunnah, dan kaidah tersebut tidak bisa dijadikan dalil jika belum […]

“Pelajaran al-Wala’ wal Bara'” dari Syaikh Abdul Qadir al-Jailani rahimahullah

Syaikh Abdul Qadir al-Jailani[1] rahimahullaah (wafat: 561-H), menjelaskan bagaimana kebencian dan permusuhan karena Allah ditegakkan oleh ahlussunnah terhadap para penyeleweng agama dari kalangan ahlul bid’ah (da’i-da’i & tokoh aliran sesat). Dalam kitabnya al-Ghun-yah (jilid 1/ hal. 165, cet. Daarul Kutub al-‘Ilmiyyah) beliau mengatakan: ألَّا يُكَاثِرُ أَهْلَ الْبِدَعِ وَلَا يُدَانِيْهِمْ، وَلَا يُسَلِّمُ عَلَيْهِمْ “Agar (selayaknya ahlussunnah) […]