Tinggalkan komentar

Syair Tentang Kematian

Memori saya kembali tergugah dengan sebuah ungkapan yang sangat indah (sekaligus menakutkan) tentang kematian. Saat salah seorang murid kami, Mu’adz Abdurrahman (X/MAP) hari itu mendapat giliran untuk tampil membawakan khithobah (khutbah singkat) selepas sholat Zhuhur. Dengan suara yang lirih dan pelan, dia membawakan tema tentang kematian. Yang membuat saya terhenyak adalah saat dia membacakan beberapa baris kalimat ini yang dulu pernah melekat dalam memori saya:

تَزَوَّدْ مِنَ التَّقْوَى فَإنَّكَ لَا تَـدْرِيْ إذَا جَنَّ لَيْلٌ ، هَلْ تَعِيْشُ إِلَى الْفَجْرِ؟!

“Berbekallah dengan ketakwaan, karena engkau tidak mengetahui, tatkala malam telah menyelimuti, apakah engkau masih hidup sampai fajar hari?

فَكَمْ مِنْ صَحِيْحٍ مَاتَ مِنْ غَيْرِ عِلَّةٍ وَكَمْ مِنْ عَلِيْلٍ عَاشَ حِيْنًا مِنَ الدَّهْرِ؟!

“Betapa banyak orang yang sehat, tiba-tiba mati tanpa sebab. Dan berapa banyak, orang yang sakit, masih merasakan hidup sepanjang tahun.”

وَكَمْ مِنْ صَبِيٍّ يُرْتَجَى طُـوْلُ عُمْرِهِ وَقَدْ نُسِجَتْ أَكْفَانُهُ وَهُوَ لَا يَدْرِيْ ؟!

“Berapa banyak anak yang mungil begitu diidamkan panjang umurnya, sementara ia tidak tahu, bahwa ternyata kain kafan untuknya kini tengah ditenun.”

وَكَمْ مِنْ عَرُوْسٍ زَيَّنُوْهَا لِزَوْجِـهَا وَقَــدْ قُبِضَتْ رُوْحَاهُمَا لَيْلَةَ الْقَدْرِ

“Dan betapa banyak pengantin wanita yang mereka hiasi demi pengantin pria, sementara ruh keduanya dicabut di malam yang telah ditentukan.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: