1 Komentar

10 Langkah Menuju Pintu Ramadhan

Tulisan ini adalah translasi makna dari sebuah goresan pena yang menggugah. Ditulis oleh Jam’ân al-Ghâmidi. Di bawah judul “Baina Yadai Ramadhân; Fadzakkir fa-inna adz-Dikrâ Tanfa’ul Mu’minîn”[1] (Di ambang Ramadhân; Berilah peringatan, karena peringatan itu baik bagi orang-orang mukmin). Berbicara tentang Ramadhân yang sebentar lagi datang. Langkah apa saja yang harus kita persiapkan.

Langkah #1

أولاً: جرد القصد والنية لله جل وعلى واجعل الصيام والقيام لله خالصا واحرص على أن يكون لك خبيئة من العمل لايراها إلا الله.

Bersihkan tekad dan niatmu karena Allâh semata. Jadikan puasa dan shalat malammu tulus hanya untuk Allâh, dan berusahalah untuk menjadikan amal-amal kebajikanmu tersembunyi dari penglihatan kecuali penglihatan Allâh saja.

Langkah #2

ثانيا: اجعل عبادة القلب تسبق عبادة البدن فعليها المدار وبها القبول وكم سبق الجالس االسائر بعبادة قلبه.

Jadikanlah ibadah hati mendahului ibadah badani. Karena ibadah hati adalah poros dan penentu diterimanya amal. Betapa banyak orang yang hanya duduk dengan amalan hatinya, terlihat tidak banyak melakukan amal lahiriyah, namun ia justru mendahului orang-orang yang bersusah payah dan berletih peluh dalam amalnya.

Langkah #3

ثالثا: اعقد العزم على أن تكون من المسابقين إلى الخيرات المشمرين الى الطاعات فان الحسنات تضاعف ويوشك الموسم ان ينقضي.

Kokohkan tekadmu dalam berlomba-berlomba menuju kebaikan dan ketaatan, karena pahala kebaikan akan dilipatgandakan saat Ramadhân, sementara momentum Ramadhân untuk kita nyaris akan berakhir seiring dengan menipisnya jatah umur kita.

Langkah #4

رابعا: بقدر استطاعتك عش مع كتاب ربك قراءة وتدبرا وحفظا ومراجعة واعكف عليه كلما لاحت لك فرصة .

Hiduplah bersama Kitabullâh sekuat tenaga dalam membacanya, mentadabburinya, menghafalnya, mengulang-ulanginya, dedikasikan dirimu untuknya setiap kali engkau memiliki waktu luang.

Langkah #5

خامساً: أكثر من العطاء بكل أنواعه في شهر الجود والبذل فقد كان عليه السلام أجود مايكون في رمضان.

Perbanyaklah memberi di bulan kedermawanan dan pengorbanan harta ini, karena sungguh Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam adalah insan yang sangat dermawan di bulan ini.

Langkah #6

سادساً: الدعوة إلى الله من أعظم القربات فاغتنم إقبال الناس في هذا الشهر واحرص على إهداء الكلمة الطيبة الصادقة والشريط النافع والكتيب المفيد

Berdakwah kepada Allâh adalah di antara bentuk taqarrub yang paling agung di bulan ini, maka ambillah peran untuk menyampaikan dakwah melalui kalimat yang baik, atau melalui hadiah berupa rekaman kajian, atau buku-buku kecil yang bermanfaat.

Langkah #7

سابعاً: أخي الكريم تذكر إخوانك الذين غيبهم الثرى أو وارتهم السجون أو حاصرهم الأعداء أو تخلى عنهم الأهل والأعوان بدعوة صادقة فان ذلك من اقل حقوقهم علينا.

Saudaraku yang kariim, jangan melupakan saudara-saudaramu yang telah mendahuluimu di dalam tanah, yang terpenjara, yang ditahan oleh musuh, yang terlantar dari keluarga dan penopang hidupnya. Ingatlah mereka dalam do’amu, karena setidaknya mereka masih punya hak mendapatkan do’a kita yang tulus.

Langkah #8

ثامناً: أمك وأبوك بابان للجنة فاحذر من أن يغضبا عليك في هذا الشهر وأكثر من برهما فانه من اجل القربات.

Ibumu dan Ayahmu, adalah dua pintu surga. Maka berhatilah-hatilah engkau membuat keduanya marah terhadapmu di bulan yang mulia ini. Perbanyaklah bakti pada keduanya, karena baktimu kepada mereka adalah di antara bentuk taqarrub yang paling agung kepada Allâh.

Langkah #9

تاسعاً: استقبل هذا الشهر بتوبة صادقة ونية جازمة على عدم العودة وتحلل من أهل الحقوق وطهر قلبك فلا يدخل عليك رمضان وفي قلبك غل على احد.

Sambutlah bulan yang mulia ini dengan taubat yang tulus, dengan niat yang mutlak untuk tidak lagi kembali pada kebiasaan lama penuh dosa, tekadkan pula niatmu untuk meminta kerelaan dan maaf dari orang-orang yang telah engkau ambil haknya. Bersihkan hatimu, jangan sampai Ramadhân mendatangimu sementara hatimu masih ada rasa dengki dan hasad pada seseorang.

Langkah #10

عاشرا: تعرض للنفحات فرب دعوة توافق بابا مفتوحا يكتب الله بها لك سعادة الدنيا والآخرة.

Sambutlah keharuman Ramadhân dengan do’a. Boleh jadi satu panjatan do’a bertepatan dengan terbukanya pintu ijabah. Dengannya Allâh mencatat untukmu kebahagiaan dunia dan akhirat.

***

Diterjamahkan secara maknawi

Lombok, 1 Sya’ban 1434 / 06102013

Jo Saputra Halim (Abu Ziyân)

One comment on “10 Langkah Menuju Pintu Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: