Tinggalkan komentar

Sekali Lagi Tentang, “Mengapa Pahala Puasa Berlipat Tanpa Batas”

Melanjutkan artikel sebelumnya yang berjudul “5 Kelembutan Ilahi di Balik Ungkapan; ‘Puasa Itu Untuk-Ku’” , kali ini saya ingin menyampaikan satu hal yang saya rasa terlewatkan pada tulisan sebelumnya. Maklum, saya baru saja membaca keterangan emas dari al-Imâm Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullâh (wafat: 795-H/1393-M) dalam kitabnya yang tersohor, Lathâ-iful Ma’ârif.  Penulis kitab ini begitu cerdiknya mengupas sisi-sisi yang jarang terungkap dari ritual-ritual ibadah yang kita lakukan sepanjang tahun. Tentu saja yang saya maksud, masih tentang rahasia di balik pahala puasa. Kenapa pahala puasa begitu melimpah sampai tidak berbatas?

Sebabnya adalah anak-anak sungai kesabaran yang beranekaragam itu, semuanya bermuara di samudera yang luar bernama ‘puasa’. Menurut Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullâh, kesabaran itu bisa diklasifikasikan secara garis besar menjadi tiga jenis. Beliau mengatakan:

والصبر ثلاثة أنواع: صبر على طاعة الله، وصبر على محارم الله، وصبر على أقدار الله المؤلمة. وتجتمع الثلاثة كلها في الصوم

(Ketiga jenis sabar itu adalah) Pertama, kesabaran di atas ketaatan menjalankan perintah Allâh. Kedua, Kesabaran dalam menjauhi atau meninggalkan apa yang diharamkan oleh Allâh, dan ketiga, kesabaran dalam menghadapi dan menyikapi musibah. Nah, ternyata dalam ibadah puasa, terkumpul semua jenis kesabaran tersebut. [Lathâ-iful Ma’ârif hal. 284, Cet. Dâr Ibn Katsïr, Beirut-1999]

Lebih lanjut beliau memaparkan bahwa orang yang berpuasa, dia sudah pasti harus bersabar saat menjalankan perintah puasa. Dia juga harus bersabar dalam menjauhi semua pantangan dan larangan dalam berpuasa, sekalipun itu adalah sesuatu yang halal. Dia juga dituntut harus bersabar dengan susahnya menahan lapar dan dahaga serta lemahnya badan selama sebulan penuh.

Dari sisi jenisnya, ritual puasa itu sendiri sudah memiliki keutamaan yang luar biasa. Ditambah lagi jika dilihat dari sisi waktu, yaitu Ramadhân, yang memiliki kemuliaan tersendiri di sisi Allâh sehingga kebajikan di dalamnya akan berlipat ganda nilainya. Sebagaimana Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wasallam mengisyaratkan hal tersebut dalam sabdanya:

عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ، تَعْدِلُ حَجَّةً أَوْ حَجَّةً مَعِيْ

“Umrah di bulan Ramadhân, pahalanya sama dengan pahala haji, atau haji bersamaku.” [Shahïh al-Bukhari: 1863]

Belum lagi jika kita melihat bahwa; letih lelah, air mata dan—bahkan—darah yang pernah menetes, serta penat dan sakit yang menjadi buah dari jerih payah kita dalam melakukan ketaatan pada Allâh, ternyata punya nilai pahala tersendiri juga, sebagaimana firman Allâh dalam al-Qur’âh:

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ لَا يُصِيبُهُمْ ظَمَأٌ وَلَا نَصَبٌ وَلَا مَخْمَصَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَطَئُونَ مَوْطِئًا يَغِيظُ الْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّ نَيْلًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ بِهِ عَمَلٌ صَالِح

“…Yang demikian itu karena tidaklah mereka (para mujahidin) ditimpa oleh ada rasa dahaga, rasa letih, dan tidak juga rasa lapar yang menyiksa di jalan Allâh, dan tidaklah mereka menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, menimpakan suatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh…” [QS. At-Taubah: 120]

Inti ayat tersebut menjelaskan bahwa kesusahan yang menimpa seseorang dalam perjalanannya melakukan ketaatan pada Allâh, adalah satu sisi yang bernilai pahala tersendiri. Jika kita kaitkan dengan puasa, maka bisa dipahami bagaimana pahala puasa dari sisi realisasi perintah Allâh, mendapat suntikan pahala tambahan dari sisi keagungan momentum Ramadhân, dan dari sisi kesabaran menahan rasa letih dan payah dalam menjalankannya. Dari sini kita bisa memahami betapa ibadah puasa begitu massif dalam menyedot pahala dari berbagai sisi fadhilah.

***

Ma’had Abu Hurairah Mataram, pagi hari, 27 Sya’bân 1434 / 05072013

Jo Saputra Halim (Abu Ziyân)

“semoga Allah memaafkannya”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: