1 Komentar

Peristiwa-Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadhan (Part-1): “Dari Kenaikan, Rekoneksi Langit & Bumi, Kejayaan, dan Kehinaan””

Ramadhân tidak hanya ‘alkisah nyata’ tentang rahmat, berkah, dan ampunan yang melimpah. Tapi juga sarat akan catatan sejarah. Apa saja peristiwa-peristiwa penting dan monumental yang terjadi di bulan Ramadhân? Berikut ini kami sajikan beberapa di antaranya:

01 – Konon, Isa ‘alaihissalam diangkat ke langit di bulan Ramadhân

Ini berdasarkan riwayat yang dishahihkan oleh al-Hâkim dalam al-Mustadrak (3/143), dan Imam Dzahabi tidak mengomentari penshahihan al-Hâkim tersebut.

02 – Turunnya al-Qur’an ke langit dunia saat Lailatul Qadar

Allâh memilih Lailatul Qadar yang terdapat di bulan Ramadhân sebagai persiapan awal yang agung, dalam proses rekoneksi risalah ilahi antara langit dan bumi.

Ibnu Jarïr ath-Thabari rahimahullâh (wafat: 310-H), sang mufassir agung yang melegenda itu, ketika menafsirkan firman Allâh:

إِنَّا أَنزلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya kami telah menurunkan al-Qur’an itu di malam qadar.” [QS. Al-Qadar: 1]

beliau menukil riwayat dari Ibnu ‘Abbâs radhiallâhu’anhu yang mengatakan:

نزل القرآن كله مرة واحدة في ليلة القدر في رمضان إلى السماء الدنيا، فكان الله إذا أراد أن يحدث في الأرض شيئًا أنزله منه حتى جمعه

“Allah menurunkan al-Qur’ân sekaligus secara keseluruhan menuju langit dunia. Itu terjadi di malam qadar, di bulan Ramadhân. Jika Allâh menghendaki sesuatu untuk difirmankan di bumi, maka Allâh menurunkannya ayat demi ayat (seiring perjalanan nubuwwah Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam-pen), sampai Allâh mengumpulkan al-Qur’an (di bumi).” [Tafsïr ath-Thabari: 24/531, Tahqïq Ahmad Syâkir]

03 – Turunnya wahyu pada Nabi kita, Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam

Saat itu pula fajar Islam terbit menyibak kegelapan dunia untuk pertama kalinya. Peristiwa mahapenting tersebut terjadi pada hari Senin, di bulan Ramadhân, pada hari ke-21 sebagaimana dikuatkan oleh al-Mubârakfūri rahimahullâh dalam buku sejarahnya yang terkenal, ar-Rahïqul Makhtūm (hal. 75-76). Adapun tentang bulan diturunkan al-Qur’ân, Allâh sendiri telah menegaskan dalam firman-Nya:

شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآن

“Bulan Ramadhân, di mana diturunkan pada bulan tersebut al-Qur’ân.” [QS. Al-Baqarah: 185]

Tentang hari Seninnya, ini berdasarkan riwayat yang termaktub dalam Shahïh Muslim (no. 1162)

04 – Wafatnya Ummul Mukminïn, Khadïjah radhiallâhu’anha

Beliau wafat pada bulan Ramadhân tahun ke-10 setelah Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam ‘resmi mendapat restu langit’ sebagai pengemban risalah nubuwwah yang terakhir. [Catatan DR. Qal’aji atas Dalâ-il an-Nubuwwah (2/353) karya al-Baihaqi].

05 – Terjadinya jihad akbar yang pertama di padang Badar

Sejarawan Islam sepakat bahwa perang Badar al-Kubra terjadi pada bulan Ramadhân. Tepatnya di hari ke-17 tahun ke-2 setelah hijrahnya Nabi ke Madinah.

Perang ini adalah sebuah titik balik yang bersejarah. Sekaligus proklamisasi pada dunia, bahwa Islam, yang tadinya hanya direngkuh oleh mereka para penggembala ummi (buta aksara), ‘kaum proletar’ yang tidak pernah dipandang—bahkan—dengan sebelah mata, di lembah tandus dengan hembusan badai jahiliyahnya yang kering, kini telah mengepakkan sayap kejayaannya menuju ufuk sejarah. Sejarah yang akan selalu dikenang sampai dunia menutup usia.

06 – Tewasnya musuh-musuh Allâh dan Rasul-Nya

Para pesakit Islam, tewas mengenaskan di bulan yang mulia ini. Mereka; Abu Jahl (‘Amr bin Hisyâm), ‘Umayyah bin Khalaf, ‘Utbah bin Rabï’ah, al-‘Ash bin Hisyâm bin al-Mughirah, dll, adalah pentolan-pentolah musyrik Quraisy yang tidak pernah lekang waktunya dari menyakiti agama Allâh.

Ramadhân, di padang Badar yang memisahkan dua kutub hati (iman dan kufur), telah merekam detik-detik melayangnya ruh mereka yang hina. Jayalah tentara Allâh, dan binasalah pasukan Latta dan ‘Uzza. Ibrah bagi kita, bagaimana Allâh memilih Ramadhân sebagai momentum titik balik yang menghinakan bagi musuh-musuh Allâh dan Rasul-Nya.

Bersambung Insyâ Allâh ….

***

Ma’had Abu Hurairah Mataram, saat mentari mulai menyengat

08 Ramadhân 1434 / 17072013

Jo Saputra Halim (Abu Ziyân)

“semoga Allâh menyejukkan hatinya yang gersang”

Catatan:

Tulisan ini banyak menyadur data referensi dari artikel berjudul “Ahdâts Waqa’at fï Ramadhân”, karya Abu ‘Abdillâh adz-Dzahabi (http://saaid.net). Di beberapa tempat, saya (Abu Ziyân) menambahkan referensi lain.


[1] At-Tafsïr al-Muyassar hal. 27.

One comment on “Peristiwa-Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadhan (Part-1): “Dari Kenaikan, Rekoneksi Langit & Bumi, Kejayaan, dan Kehinaan””

  1. […] Ramadhân masih menyisakan kisah yang panjang. Berbagai peristiwa bersejarah kembali akan kita renungi pada bagian tulisan yang terakhir ini sebagai ibrah lanjutan, setelah membaca artikel sebelumnya yang berjudul “Peristiwa-Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadhan (Part-1): ‘Dari Kenaikan, Rekoneksi Langit &am… […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: