2 Komentar

Di Balik Rencana Agresi Militer Amerika ke Suriah

Menarik untuk dinantikan, apakah Amerika (USA) benar-benar berani—atau paling tidak jujur dalam keinginannya—untuk kembali menelurkan kebijakan militernya. Kali ini dengan Suriah sebagai target sasaran, yang telah terbukti menggunakan senjata kimia pemusnah masal dalam pergulatannya melawan para mujahidin.

Sudah menjadi perbincangan media bahwa Suriah menyimpan dan bahkan telah menggunakan senjata kimia pemusnah masal. Tidak heran dengan hal itu. Pasalnya, rezim Bassâr al-Asad yang notebene bermadzhab Nusairiyyah, salah satu sekte terekstrim dalam tubuh Syi’ah, memang punya rencana busuk bersama Iran dan Hizbullah untuk mendirikan kembali puing-puing imperium Majusi yang dulu di masa kekhalifahan ‘Umar bin Khattab pernah dirobohkan oleh para Mujâhid dari kalangan Sahabat Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wasallam.

Demi “tujuan suci” tersebut, mereka tega menghalalkan segala cara, tidak terkecuali penggunaan senjata pemusnah masal yang akan menyamaratakan bayi, balita, perpempuan-perempuan lemah, dan bahkan hewan melata yang tidak bersalah dengan mereka yang dianggap musuh, oposisi, dan pemberontak (baca: kaum muslimin yang ingin melenyapkan kezaliman Bassâr dari muka bumi).

3 Kemungkinan di Hadapan Kita

Terkait rencana militer tersebut, maka setidaknya kita kaum muslimin akan kembali dihadapkan pada beberapa konsekuensi atau bisa jadi realita sejarah yang bakal terulang:

Pertama; Amerika akan memainkan sandiwara kolosal berskala lebih besar dengan mengikutsertakan Suriah sebagi aktris pendatang baru, setelah sebelumnya mereka sukses bermain saling umpat dan saling ancam bersama Iran dan Lebanon di depan layar, yang dilanjutkan dengan cipika-cipiki (cium pipi kanan – cium pipi kiri) di balik layar.

Dengan kata lain, Amerika tidak akan pernah mewujudkan agresi militernya terhadap Suriah, sebagaimana mereka tidak pernah—dan besar kemungkinan tidak akan pernah—mewujudkannya terhadap Iran dan Lebanon. Hei Bung..!! Sadarlah..! Bukankah mereka itu empat sekawan bareng Zionis Israel..?

Karena sudah menjadi konsumsi publik bahwa Suriah, Iran dan Lebanon, ibarat “The Three Stooges” dalam usaha mereka mengekspor ideologi Syi’ah yang tidak masuk akal lagi lucu menggelikan itu. Sementara Syi’ah bersama Ideologi Demokrasi, Liberalisme dan Pluralisme, pada akhirnya toh harus bergandengan tangan untuk menghadapi musuh utama yang sama bagi keberlangsungan ekspansi ideologi mereka masing-masing, yaitu Ahlussunnah wal Jamâ’ah as-Salafiyyah.

Maka selama Amerika masih bisa meraih simpati Sunni dalam “sandiwara” mereka menentang Iran dan Lebanon dengan ideologi Syi’ahnya, dan selama Iran Cs bisa meraup empati dunia Islam karena sikap “beraninya” terhadap arogansi Amerika, maka selama itu pula baik Amerika dan Iran Cs tidak menemukan alasan untuk menghentikan sandiwara tersebut.

Kedua; Amerika benar-benar mewujudkan rencana agresi militernya. Dan kemungkinan mereka bakal tampil sebagai pemenang. Jika ini terjadi, Amerika Cs sudah pasti akan memindahkan rezim pemerintahan Suriah dari kekufuran ideologi Bhats dengan ruh Syi’ah Nusairiyyah-nya menuju kekufuran demokrasi dan liberalisme.

Inilah peta masa depan yang didesain Amerika untuk Irak semenjak mereka dan tentara sekutu menancapkan taringnya di bumi yang sarat akan histori keislaman tersebut. Ketika itu, campur tangan Amerika telah memaksa kekufuran ideologi Bhats berganti dengan kekufuran Demokrasi dan Liberalisme. Afghanistan lebih parah lagi, pemerintahan Sunni di bawah Taliban yang lebih dekat kepada penerapan Syari’at, diberangus habis lalu digantikan dengan rusaknya Demokrasi dan Liberalisme yang keblinger.

Ketiga; Amerika urung mewujudkan agresinya—dan kita tidak perlu kaget akan hal ini jika kita memahami hubungan empat sekawan yang mesra di antara mereka—dan mujahidin akan meraih kemenangan dengan pertolongan Allâh. Lambat laun, ini adalah sebuah kisah pasti yang akan tercatat oleh tinta sejarah. Lagipula tidak pernah terekam dalam sejarah manusia, ada imperium kekuasan yang bisa langgeng nan nyaman sentosa tanpa ada yang menggoyang. Itu pun jika kita tidak menghitung faktor maut yang sekonyong-konyong bisa merenggut kekuasaan seorang Raja atau Penguasa negara adidaya dalam sekejap.

Jika Kita Harus Memilih…

Dua kemungkinan pertama, berujung pada konsekuensi yang pahit bagi Islam. Jika berkaca pada harapan demi masa depan Suriah yang lebih baik, tentu opsi ketiga kita harapkan bisa terwujud dengan segera. Jika kemenangan mampu kita raih sendiri, maka peluang Amerika untuk menyuntikkan racun Demokrasi-Liberalisme-nya bisa diminimalisir atau bahkan dinihilkan.

‘Alâ kulii hâl…, setiap kemungkinan di atas, berada dalam cakupan ilmu dan rencana Allâh yang penuh hikmah yang agung. Pada akhirnya, toh kejayaan akan singgah di haribaan Islam dan kaum Muslimin, sekalipun itu diraih dengan menempuh jalan berliku-liku yang telah digariskan oleh Allâh.

Namun jika kita terpaksa dalam posisi harus memilih antara opsi pertama dan kedua, maka bagi saya pribadi—bertolak dari prinsip bahwa kekufuran juga memiliki strata dan tingkatan dari sisi kemudaratannya—, dengan tegas saya berpendapat bahwa kekufuran demokrasi jauh lebih mending ketimbang kekufuran Syi’ah Nusairiyyah yang menganggap barbarisme adalah sebuah kepatutan jika itu menyangkut Muslimin Sunni. Lagipula, hadiah kemenangan yang dianugerahkan Allah bagi kaum muslimin, terkadang datang dari musuh-musuh Islam sendiri, dengan Allâh menjadikan mereka saling gontok-gontokan.

وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَفَسَدَتِ الْأَرْضُ

 “Kalau saja Allâh tidak mencegah kejahatan satu kelompok manusia dengan kekuatan kelompok manusia lainnya, niscaya dunia akan rusak.” [QS. Al-Baqarah: 251]

Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wasallam sendiri pernah bersabda:

إن الله ليؤيد هذا الدين بالرجل الفاجر

“Sesungguhnya Allâh (terkadang-pen) menggunakan orang kafir atau orang zhalim untuk menolong agama ini.” [Bukhari-Muslim]

Maka biarkan saja Demokrasi-Liberalisme saling gebuk sampai babak belur dengan Syi’ah. Yang terpenting, tidak ada satu pun di antara keduanya keluar sebagai pemenang.

Kita Jangan Sampai Tertipu

Aksi pembiaran atas kebiadaban rezim Bassâr yang menjadi tontonan dunia saat ini, sungguh telah membutakan mata hati sebagian kaum muslimin—yang tertipu oleh fatamorgana demokrasi—tentang hakikat Syi’ah. Karena apa yang terjadi di Suriah, sejatinya bukanlah semata-mata eforia “Arabian Spring” yang dikesankan oleh media Barat sebagai harapan rakyat Timur Tengah yang memimpikan “indahnya kehidupan demokrasi” melalui penggulingan kekuasaan rezim berkuasa. Revolusi yang tengah berkobar di bumi Suriah saat ini, adalah sebuah pergolakan yang telah disaksikan oleh mata sejarah sepanjang bergulirnya masa. Pergolakan antara Islam dan Syi’ah—yang mengaku Islam—. Pergolakan antara Iman dan Kufur. Pertempuran antara aqïdah shahïhah di kubu Islam melawan aqïdah bâthilah di kubu Syi’ah.

Di sisi yang lain, kalaupun Amerika bakal mengerahkan kekuatan militer untuk menjatuhkan rezim Bassâr, maka kita patut waspada, agar misi militer mereka ini tidak ditunggangi oleh misi gelap untuk menghabisi mujahidin di Suriah. Kerelaan kita bagi Amerika untuk kembali menginjakkan kaki di bumi kaum muslimin di Suriah kali ini, haruslah dianggap sebagai hadiah tulang untuk si anjing dalam misi menerkam mangsanya. Setelah mangsa lumpuh, si anjing silahkan kembali ke kandang.

***

Tulisan ini, murni pendapat penulis. Bisa salah, juga bisa benar. Jika tertulis kesalahan, saya memohon ampun kepada Allâh, diiringi harapan agar para pembaca memberikan feedback berupa kritik dan masukan.

 

Lombok, 29 Agustus 2013

Jo Saputra Halim (Abu Ziyan)

2 comments on “Di Balik Rencana Agresi Militer Amerika ke Suriah

  1. tulisan ini sama seperti apa yg saya pikirkan…wallohu’alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: