Tinggalkan komentar

Bolehkah Menggantikan Sholat Jum’at dengan Sholat Zhuhur Saat Hujan?

Dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim terdapat sebuah atsar tentang masalah ini.

عَنْ ‏عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ ‏‏أَنَّهُ ‏قَالَ لِمُؤَذِّنِهِ فِي يَوْمٍ مَطِيرٍ :

Abdullah bin ‘Abbas radhiallaahu’anhu berkata kepada muadzdzin pada suatu hari yang diguyur hujan terus menerus:

إِذَا قُلْتَ : أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ، أَشْهَدُ أَنَّ ‏ ‏مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ‏، ‏فَلَا تَقُلْ : حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ ، قُلْ ‏: ‏صَلُّوا فِي بُيُوتِكُمْ

Setelah engkau mengumandangkan “asyhadu anna muhammadar rasuulullaah” maka jangan mengucapkan “hayya ‘alash sholaah”, tapi ucapkanlah “sholluu fii buyuutikum” (sholatlah di rumah-rumah kalian)

فَكَأَنَّ النَّاسَ اسْتَنْكَرُوا ذَاكَ فَقَالَ : أَتَعْجَبُونَ مِنْ ذَا ، قَدْ فَعَلَ ذَا مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنِّي ، إِنَّ الْجُمُعَةَ ‏عَزْمَةٌ ‏ ، ‏وَإِنِّي كَرِهْتُ أَنْ أُخْرِجَكُمْ فَتَمْشُوا فِي الطِّينِ ‏ ‏وَالدَّحْضِ .

رواه البخاري (632) ، ومسلم (697) واللفظ له.

Perawi berkata: Sepertinya orang-orang mengingkari tindakan Ibnu ‘Abbas tersebut.
Ibnu ‘Abbas lantas berkata: “Apa kalian heran dengan hal tersebut? Padahal hal tersebut pernah dilakukan oleh manusia yang lebih baik daripada aku (yaitu Rasulullah).
Sesungguhnya shalat jum’at adalah kewajiban, dan sungguh aku tidak suka jika aku menyuruh kalian keluar berjalan di atas lumpur yang menjadikan kalian terpeleset dan jatuh.”

(diriwayatkan oleh al-Bukhari: 632, dan Muslim: 697, dan lafaz di atas adalah riwayat Muslim)

Berikut ini adalah ucapan para ulama dari keempat madzhab tentang bolehnya shalat di rumah untuk menggantikan shalat jum’at saat terjadi hujan.

Ibnu Qudaamah (Madzhab Hanbali) mengatakan:

ولا تجب الجمعة على من في طريقه إليها مطر يبل الثياب، أو وحل يشق المشي إليها فيه. انتهى.

Shalat jum’at tidaklah wajib bagi orang yang kehujanan di jalan yang menyebabkan basah kuyupnya pakaian, atau karena adanya lumpur becek yang menyusahkan untuk jalan di atasnya untuk sampai ke masjid.

Ad-Dardiir (Madzhab Maliki) mengatakan:

وعذر تركها (يعني الجمعة) والجماعة شدة وحَل…

Termasuk meninggalkan shalat jum’at dan shalat jama’ah saat tanah menjadi berlumur dan sangat becek.

Pendapat yang sama juga disuarakan oleh Zakariyya al-Anshory (Madzhab Syafi’i) dan Ibnu Najiim (Madzhab Hanafi).

Sebagai referensi tambahan, Silahkan kunjungi:

http://www.saaid.net/Doat/almueidi/73.htm

dan

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=66929

***

Gunungsari – Lombok Barat, 19 Jumada Tsaniyah 1435 / 19042014

Johan Saputra Halim (Abu Ziyan)
-semoga Allah memaafkannya-

Facebook: fb.com/jo.saputra.halim
Twitter: @jsaputrahalim
Page: fb.com/kristaliman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: