Tinggalkan komentar

Bukankah Syaitan Dibelenggu? Lantas Kenapa Ia Muncul Saat Perang Badr di Bulan Ramadhan?

Dalam kitab-kitab tafsir (QS. Al-Anfal: 48), tersohor kisah tentang kehadiran Syaitan di Perang Badr, yang konon menjelma dalam wujud Suraqah bin Malik. Sementara kita tahu bahwa Perang Badr terjadi di bulan Ramadhan, tepatnya pada tanggal 17 tahun ke-2 hijriah.

Nah, di sini muncul sebuah pertanyaan; “Bukankah dalam hadits yang shahih disebutkan bahwa Syaitan dibelenggu di bulan Ramadhan? Lantas, kenapa gerangan Syaitan bisa hadir di perang Badr?”

Kisah hadirnya Syaitan dalam perang Badr tersebut diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu dalam; Tafsir ath-Thabari (13/7), dan at-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabir (5/47). Hanya saja al-Haitsami men-dha’ifkannya dalam Majma’uz Zawaa-id (6/82).

Namun dikarenakan banyaknya jalur riwayat tentang hal ini, memungkinkan riwayat tersebut bisa naik status menjadi riwayat yang sah dan bisa diterima.

Adapun mengenai Syaitan yang seharusnya terbelenggu, maka para ulama memberikan 3 sisi jawaban sebagai berikut:

Pertama: yang dibelenggu hanya dedengkot Syaitan yang paling durhaka. Adapun yang hadir dalam wujud Suraqah tersebut, adalah salah satu di antara Syaitan-Syaitan biasa. Ini diperkuat oleh riwayat shahih an-Nasa’i (2108) berikut:

(في رَمَضَانَ تُفْتَحُ فيه أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فيه أَبْوَابُ النَّارِ وَيُصَفَّدُ فِيهِ كُلُّ شَيْطَانٍ مَرِيد) وصححه الألباني في “صحيح النسائي” .

“Pintu-pintu langit terbuka saat Ramadhan, sementara pintu-pintu neraka ditutup, dan para dedengkot syaitan dibelenggu.” (Dishahihkan oleh al-Albani)

Ibnu Khuzaimah meriwayatkan dalam shahihnya (3/188) dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwasanya Rasulullah ‘alaihis sholaatu was salaam bersabda:

(إِذَا كَانَ أَوُّل لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَان صُفِّدَتْ الشَّيَاطِين مَرَدُةُ الجِنِّ) ، وبوَّب عليه الإمام ابن خزيمة بقوله : “باب ذكر البيان أن النبي صلى الله عليه وسلم إنما أراد بقوله : (وصفدت الشياطين) مردة الجن منهم ، لا جميع الشياطين ؛ إذ اسم الشياطين قد يقع على بعضهم ” .

“Saat tiba malam pertama Ramadhan, Syaitan-Syaitan yang paling durhaka dari kalangan jin dibelenggu.”

Dan Ibnu Khuzaimah memberikan catatan atas hadits tersebut dalam sebuah judul bab, bahwasanya yang dimaksud dengan shuffidatish shayaathiin adalah syaitan jin yang paling durhaka, bukan seluruh Syaitan. Karena isim syayaathiin terkadang mengacu maknanya pada sebagian Syaitan saja.

Kedua: tidak bisa dipastikan bahwa sabda Rasulullah tentang pembelengguan Syaitan tersebut, terucap di awal-awal pensyari’atan puasa. Boleh jadi pembelengguan tersebut baru mulai berlaku setelah peristiwa Badr.

Ketiga: para ulama menjelaskan, bahwa Syaitan-Syaitan hanya terbelenggu dari orang-orang yang berpuasa saja, bukan selain mereka.

Abul ‘Abbas al-Qurthubi rahimahullah mengatakan:

إنما تُغلُّ عن الصائمين الصوْم الذي حوفظ على شروطه ، وروعيت آدابه. “شرح الزرقاني على موطأ الإمام مالك” (3/137) .

“Syaitan hanyalah terbelenggu dari mereka yang mengerjakan puasa dengan baik dan benar saja; yang tertunaikan syarat-syarat dan adab-adabnya” (Syarhul Muwaththa’ liz Zarqaani: 3/137)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan:

والمصفَّد من الشياطين قد يؤذي ، لكن هذا أقل وأضعف مما يكون فى غير رمضان ، فهو بحسب كمال الصوم ونقصه ، فمن كان صومه كاملاً : دفعَ الشيطانَ دفعاً لا يدفعه دفع الصوم الناقص. “مجموع الفتاوى” (25/246) .

“Orang-orang yang terjaga dari Syaitan (yang terbelenggu) pun terkadang berbuat maksiat, namun rasionya masih sangat kecil jika dibandingkan dengan kemaksiatan yang terjadi di luar Ramadhan. Dan ini bergantung pada sempurna tidaknya kualitas puasa seseorang. Barangsiapa yang sempurna kualitas puasanya, maka dia akan mampu menghalau Syaitan (secara lebih sempurna pula) tidak seperti mereka yang kurang kualitas puasanya.” (Majmu’ al-Fatawa: 25/246)

Jawaban yang terakhir (dari Syaikhul Islam) ini adalah jawaban yang paling indah, paling segar lagi menghilangkan dahaga. Dengan demikian, hilanglah kerancuan. Walhamdulillah.

Referensi:
Mauqi’ul Islam Suaal wa Jawaab
http://islamqa.info/ar/142577

***

06 Ramadan 1435 – 03072014
Gn.Sari – Lombok
Abi Ziyan Halim
@jsaputrahalim
http://www.facebook.com/jo.saputra.halim/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: