Tinggalkan komentar

Mencoba bersikap adil atas statemen Prof. Quraish tentang Nabi Muhammad

Berikut adalah transkrip statemen lengkap Prof. Quraish yang menghebohkan itu (cuplikannya bisa dilihat di http://youtu.be/9WFpcWe-rkA).

Pemandu acara: Itu kan, kalo Nabi Muhammad kan, istilahnya sudah dijamin sebagai manusia yang paling mulia yang masuk surga gitu. Nah, untuk kita-kita manusia yang hidup jaman sekarang, masa depan eh masa yang akan datang gitu, apakah ada kemungkinan untuk mengejar status seperti itu Pak Quraish, paling tidak ya hampir seperberapanyalah gitu.

Prof. Quraish: Satu hal dulu, tidak benar., saya ulangi., tidak benar bahwa Nabi Muhammad sudah dapat jaminan surga.

Pembawa acara: hmhh.?! (seolah-olah kaget dan heran)

Prof. Quraish: Surga itu hak prerogatif Allâh., memang kita yakin bahwa beliauini (tidak jelas apa maksud Prof. Quraish di sini). Kenapa saya katakan begitu? Pernah ada seorang sahabat, Nabi kenal orang baik, terus teman-temannya disekitarnya berkata: Bahagialah engkau akan mendapat surga. Nabi dengar: Siapa yang bilang begitu tadi? Nabi berkata: tidak seorang pun yang masuk surga karena amalnya..surga hak prerogatif Tuhan. Terus ditanya: kamu pun tidak wahai Nabi Muhammad?, Saya pun tidak, kecuali kalau Allâh menganugerahkan rahmat kepada saya.

Prof. Quraish: Jadi kita berkata, kita berkata dalam konteks surga dan neraka, tidak ada yang dijamin Tuhan, kecuali., kita katakan bahwa Tuhan menulis di dalam kitab suci-Nya, bahwa yang taat itu akan dapat surga.

Pembawa acara: eemmh. Ada ayatnya ya..?

Prof. Quraish: Ada ayatnya, bahwa Nabi Muhammad akan diberikan sesuatu yang menjadikan beliau itu merasa puas dengan anugerah Tuhan. Kita pahami itu bahwa surga dan apapun yang beliau kehendaki.  Tapi buat kita, Kyiai sebesar apapun, setaat apapun, jangan pastikan bahwa dia masuk surga. Sebaliknya, manusia sedurhaka apapun, jangan pastikan bahwa dia pasti masuk neraka. Karena itu hak prerogatif Tuhan.

(setelahnya, ada sedikit dialog dengan tamu acara, hanya saja tidak begitu urgen untuk dinukilkan dalam pembahasan ini)

TANGGAPAN
Dari transkrip di atas, kiranya bisa ditarik beberapa benang merah kesimpulan sebagai berikut:

1. Prof. Quraish telah melakukan kesalahan fatal yang sangat berbahaya bagi akidah umat. Sangat mengherankan, Profesor yang digadang-gadang sebagai ahli tafsir ini bisa lupa (atau sengaja lupa, Wallaahua’lam) dengan sekian banyak ayat (apalagi hadits) yang memastikan Rasulullah di surga, sampai-sampai dia mengeluarkan pernyataan nyeleneh seperti itu.

2. Konsekuensi ucapan Prof. Quraish tersebut adalah: “Rasulullah boleh jadi akan masuk neraka“. Tidak bisa kita bayangkan, ada mukmin berakal yang tega lagi mampu mengucapkan konsekuensi tersebut.

3. Prof. Quraish melakukan kesalahan fatal ketika menerjemahkan hadits:

إِنَّهُ لا يُدْخِلُ أَحَدًا الجَنَّةَ عَمَلُهُ
قَالُوا: وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «وَلا أَنَا، إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِمَغْفِرَةٍ وَرَحْمَةٍ»

Tidak ada seorangpun masuk surga semata-mata karena amalnya.” Seorang sahabat bertanya, “Termasuk engkau, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “ya termasuk saya, hanya saja Allah melingkupi aku dengan ampunan dan rahmat-Nya.” (HR. Bukhari 6467, Ahmad 15236).

Jelas sekali hadits di atas menegaskan bahwa Nabi akan masuk surga, hanya saja beliau masuk surga, murni karena rahmat dan ampunan Allah.

Namun coba lihat, Prof. Quraish justru mengartikan hadits tersebut jauh dari makna sesungguhnya, dia mengatakan: Saya (Nabi) pun tidak, kecuali kalau Allâh menganugerahkan rahmat kepada saya. Entah, kesalahan inikah yang melatarbelakangi pernyataan nyeleneh di atas, atau kesalahan tersebut disengaja untuk menyokong pernyataan nyeleneh yang keburu terucap di awal pembicaraan. Wallaahua’lam. Yang jelas, keduanya parah dan sesat menyesatkan.

Letak kesalahan Prof. Quraish adalah manakala ia memaknai illaa (إلا) dalam redaksi hadits tersebut sebagai istitsnaa‘(pengecualian), padahal kata illaa di situ sebenarnya bermakna istidrook (tetapi/hanya saja), seperti ungkapan orang Arab:

وعدني بالزيارة إلاّ أنّه لم يفعل : بمعنى لكن

“Dia menjanjikan aku ziarah, hanya saja dia tidak melaksanakannya”

4. Saya mencoba untuk berhusnuzh-zhon pada Prof. Quraish bahwa dia tidak memaksudkan apalagi meyakini bahwa Nabi benar-benar belum pasti masuk surga. Karena indikasinya ada, terlihat dari ucapan-ucapan dia setelahnya. Namun setiap kali kalimat ini saya dengar kembali, sambil melihat mimik dan bahasa tubuh Prof. Quraish ketika berucap:

tidak benar., saya ulangi., tidak benar bahwa Nabi Muhammad sudah dapat jaminan surga

Saya benar-benar tidak bisa membohongi diri untuk kemudian memaksa ungkapan tersebut agar bisa selaras dengan husnuzh-zhon yang ingin saya usahakan. Karena begitu shorihnya ungkapan tersebut sehingga tidak bisa dimaknai dengan makna yang lain selain bahwa “Nabi belum tentu masuk surga”. Maha Suci Allah dari apa yang ia sifatkan tentang kekasih-Nya, Muhammad.

Belum lagi jika kita membayangkan dampak ucapan nyeleneh tersebut pada orang-orang awam. Sungguh sangat mengerikan. Karena aqidah “Nabi belum tentu masuk surga” adalah turunan dari aqidah “Nabi tidak maksum“, turunan dari aqidah “yang maksum hanya para Imam (Syi’ah)”, juga turunan aqidah Syi’ah “Jibril keliru menyampaikan risalah, seharusnya kepada Ali“.

Kesimpulannya: sikap yang adil untuk Prof. Quraish saat ini yang paling tepat adalah, memboikot ajaran-ajarannya, jangan mendengar ceramah dan retorikanya. Serta memperingatkan kaum muslimin dari bahaya pemikiran orang ini. Sikap ini adil buat dia, karena bisa mengerem timbunan dosa demi dosa yang bakal ia peroleh gara-gara pemikiran menyimpangnya ini diadopsi oleh orang-orang awam.

Kemudian kita berharap Prof. Quraish legowo untuk menyampaikan maaf secara terbuka, karena (sadar ataupun tidak) dia telah mendiskreditkan Nabi tercinta umat Islam. Sebagaimana kita juga mendoakan beliau agar mendapat hidayah kepada Sunnah.

Demikian, wallaahul musta’aan wa ilaihit tuklaan.

***

Abi Ziyan Halim
@jsaputrahalim
http://facebook.com/jo.saputra.halim

Artikel:
https://kristaliman.wordpress.com

Fan Page:
http://facebook.com/kristaliman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: