Tinggalkan komentar

Bukan Sekedar Huruf (ة): Ayat yang Paling Dahsyat dalam Menggambarkan Kengerian Hari Kiamat

Mari sejenak bertafakkur merenungi keindahan dan kesempurnaan firman Allah berikut ini:

يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَاٌ

“(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, ….” (QS. Al-Hajj: 22)

Murdhi‘ (مرضع) dalam bahasa Arab berarti wanita yang menyusui. Namun dalam ayat ini justru Allah menggunakan kata Murdhi’ah (مرضعة) dengan tambahan huruf ta-marbuthah yang berfungsi menunjukkan sifat mu-annats (kewanitaan). Padahal kata Murdhi‘ (مرضع) tanpa ta-marbuthah saja sudah menunjukkan sifat mu-annats, karena menyusui adalah sifat yang khusus bagi wanita saja. Karena dalam bahasa Arab, sifat-sifat yang khusus ada pada wanita, justru tampil dalam bentuk mudzakkar (lawan dari mu-annats / tanpa ta-marbuthah), seperti; haamil (حامل= wanita yang mengandung) tidak ditulis haamilah (حاملة). Demikian juga haa-idh (حائض= wanita yang datang bulan), tidak ditulis haa-idhoh (حائضة).

Lantas, apa perbedaan Murdhi‘ dengan Murdhi’ah pada ayat yang mulia ini? Apa makna di balik ta-marbuthah (ة) yang Allah tambahkan pada kata Murdhi’? Karena sebagaimana diungkapkan oleh para ulama lughoh:

زيادة المبنى، زيادة في المعنى

Tambahan huruf, berkonsekuensi pada tambahan makna”

Di samping juga mustahil, ada huruf yang sia-sia tak bermakna dan tak mengandung hikmah dalam al-Qur’an. Ini bertentangan dengan kesempurnaan sifat Kalam Allah.

Jawabnya, ta-marbuthah tersebut memberikan tambahan makna yang luar biasa dalam mendeskripsikan kedahsyatan hari akhir.

Secara bahasa, Murdhi‘ berarti wanita yang tengah berada dalam masa menyusui. Boleh jadi seorang Murdhi’ sedang tertidur pulas, atau sedang ke pasar, atau sedang mandi, tanpa bayi yang melekat dalam pelukannya untuk disusui. Sementara Murdhi’ah, adalah wanita yang benar-benar sedang menyusui, saat sang bayi sedang berada dalam pelukan bundanya, tatkala sang bayi berada dalam kedekatan dan kasih sayang yang luar biasa dari ibunya.

Dari ayat tersebut, tergambar betapa dahsyatnya malapetaka hari kiamat itu. Begitu dahsyatnya sampai-sampai seorang ibu (Murdhi’ah) melempar bayi yang tengah ia susui.

Seorang pakar tafsir, Syaikh DR. Kholid ‘Utsman as-Sabt sampai-sampai mengatakan tentang ayat tersebut:

Saya tidak menemukan ada gambaran yang lebih mengerikan tentang hari kiamat melebihi gambaran yang diberikan oleh ayat ini.

Kedahsyatan hari kiamat benar-benar belum bisa dibayangkan karena belum ada kejadian yang semisalnya pernah terjadi dalam sejarah. Betapa tidak, seorang ibu yang betul-betul mengasihi sang bayi, lebih rela mengorbankan dirinya ketimbang harus mengorbankan bayinya. Namun seorang ibu yang melempar bayinya di saat ia tengah mencurahkan segenap kasih sayangnya (dengan menyusui), sungguh suatu kejadian yang belum pernah didengar oleh telinga. Dan itu baru akan terjadi di hari kiamat.

Semoga Allah mewafatkan kita dan bayi-bayi kita di atas iman, sebelum hari itu datang.

Pesan Tersirat dari Ayat di atas:

1. Urgensi mempelajari bahasa Arab. Karena hanya mengandalkan terjemahan al-Qur’an, ternyata tidak bisa mewakili makna ayat secara menyeluruh dan mendalam.

2. Keindahan dan kesempurnaan cara ungkap (uslub & ta’biir) al-Qur’an. Ini menunjukkan kesempurnaan Dzat yang memfirmankan al-Qur’an itu sendiri, yaitu Allah.

***

Jum’at pagi yang penuh berkah, 20 Ramadhan 1435

Abi Ziyan Halim
http://facebook.com/jo.saputra.halim

Artikel:
https://kristaliman.wordpress.com

Page:
http://facebook.com/kristaliman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: