Tinggalkan komentar

Perangkap Iblis untuk Tholibul ‘Ilmi

Penyakit tholibul ‘ilmi; hobi membahas “أدق مسائل” masalah-masalah yang terlalu mendalam plus ghorib, namun melupakan pengamalan masalah-masalah yang sudah jelas dan lebih utama.

Kita sering kali hanyut dalam kebanggaan membahas cabang-cabang permasalahan fiqh yang jarang disebut apalagi dibahas. Demi menampakkan eksistensi bahwa “aku lebih tau dari mereka”.

Kita hobi sekali mencari masalah-masalah fiqih yang diperselisihkan, lalu mendiskusikannya berlarut-larut sampai jadi langganan masbuq, itupun jika tidak ketinggalan sholat jama’ah secara total.

Kita senang dengan khilaf-khilaf kontemporer, merasa woww dengan pilihan ijtihad yang berbeda. Demi menunjukkan sampul diri kita yang berjudul “wawasanku melebihi wawasan kalian”.

Ya, hanya sebatas membahas, bukan untuk diamalkan. Lantas kita merasa sudah di atas awan.

Asy-Syaikh DR. Kholid bin ‘Utsman as-Sabt menyindir tajam para penuntut ilmu yang memelihara sifat-sifat seperti itu:

“….mereka berdalam-dalam, bersusah payah membahas khilaf pada masalah cabang dari cabang fiqih yang pelik dan ruwet, namun merasa enteng ketika meng-ghibah, atau melakukan larangan-larangan yang sangat jelas dalam sholat.”

***
Lombok, Jum’at pagi 05092014
Abi Ziyan Halim
fb.com/jo.saputra.halim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: