Tinggalkan komentar

10 Keistimewaan Bertemunya Hari Arofah dan Hari Jum’at

al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan dalam Zadul Ma’ad (1/60-65) sepuluh keistimewaan bertemunya hari Jum’at dengan hari Arafah:

١/ اجتماعُ اليومين اللذين هما أفضلُ الأيام.

Pertema: Berkumpulnya kedua hari tersebut (pada satu waktu) merupakan pertemuan antara dua hari yang paling afdol.

٢/  أنه اليومُ الذي فيه ساعة محققة الإِجابة ، وأكثر الأقوال أنها آخر ساعة بعد العصر وأهل الموقف كلُّهم إذ ذاك واقفون للدعاء والتضرع.

Kedua: Pada hari Jum’at terdapat waktu mustajabnya do’a. Mayoritas pendapat ulama menyatakan bahwa waktu tersebut jatuh pada saat-saat akhir setelah Ashar. Sementara pada momen yang sama di Arafah, orang-orang tengah memanjatkan do’a dan bertadhorru’ (tenggelam dalam ibadah dan kekhuysu’an pada Allah).

٣/  موافقتُه ليوم وقفة رسول اللّه صلى الله عليه وسلم.

Ketiga: Momen tersebut, pas bertepatan dengan wukufnya Rasulullah (pada Haji Wada’, dan saat itu, wukuf jatuh pada hari Jum’at. Jadi ini adalah momen yang langka bagi orang-orang yang berhaji. Boleh jadi sekali seumur hidup, atau tidak sama sekali. Betapa beruntungnya saudara-saudara kita yang menunaikan Haji tahun ini-pent)

٤/ أن فيه اجتماعَ الخلائق مِن أقطار الأرض للخطبة وصلاة الجمعة ، ويُوافق ذلك اجتماعَ أهل عرفة يومَ عرفة بعرفة ، فيحصُل مِن اجتماع المسلمين في مساجدهم وموقفهم من الدعاء والتضرع ما لا يحصُل في يوم سواه.

Keempat: Pada hari tersebut, segenap muslim penjuru dunia serentak berkumpul melakukan sholat dan (mendengarkan) khutbah, bersamaan dengan berkumpulnya orang-orang yang wukuf di Arafah di hari Arafah. Maka terjadilah dari keserentakan kaum muslimin tersebut; kebersamaan dalam do’a & tadhorru’ di masjid-masjid mereka dan di lokasi-lokasi wukuf mereka (yang berhaji). Dan ini, tidak pernah terjadi pada hari yang lain.

٥/ أن يوم الجمعة يومُ عيد ، ويومَ عرفة يومُ عيد لأهل عرفة.

Kelima: Hari Jum’at adalah hari raya (pekanan), sementara hari Arafah adalah hari raya bagi orang-orang yang wukuf. (Maka berkumpulnya kedua hari tersebut, sejatinya adalah berkumpulnya dua hari raya dalam satu waktu-pent)

٦/  أنه موافق ليوم إكمال اللّه تعالى دينَه لعباده المؤمنين، وإتمامِ نعمته عليهم، كما ثبت في “صحيح البخاري” عن طارق بن شهاب قال: جاء يهوديٌ إلى عمرَ بنِ الخطاب فقال: يَا أَمِيرَ المُؤمِنِين آيَةٌ تَقْرَؤونَهَا في كِتَابِكُمْ لَوْ عَلَيْنَا مَعْشَرَ اليَهُودِ نَزَلَتْ وَنَعْلَمُ ذَلِكَ اليَوْمَ الَّذِي نَزَلَتْ فِيهِ ، لاتَّخَذْنَاهُ عِيداً ، قَالَ: أيُ آَيَةٍ؟ قَالَ: {الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الأِسْلاَمَ دِيناً} [المائدة:3] فَقَالَ عُمَرُ بنُ الخَطَّابِ: إِنِّي لأَعْلَمُ الْيَوْمَ الَّذِي نَزَلَتْ فِيه ِ، وَالمَكَانَ الَّذِي نَزَلَتْ فِيهِ ، نَزَلَتْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم. بِعَرَفَةَ يَوْمَ جُمُعَةٍ ، وَنَحْنُ وَاقِفُونَ مَعَهُ بِعَرَفَةَ.

Keenam: Hari tersebut, bertepatan dengan hari disempurnakannya agama Allah dan nikmat-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang mukmin. (Karena ayat ke-3 QS. al-Maaidah, perihal telah disempurnakannya Islam sebagai agama dan telah disempurnakannya nikmat Allah bagi orang-orang mukmin, turun di hari Jum’at saat Nabi dan para Sahabatnya tengah wukuf di Arafah-pent).
Sebagaimana termaktub dalam Shahih al-Bukhari dari Thariq bin Syihab, dia mengisahkan: “Pernah, seorang Yahudi mendatangi ‘Umar, lantas ia berkata: “Wahai Amirul Mukminin! Ada satu ayat yang kalian baca dalam kitab kalian, seandainya ayat tersebut turun kepada kami kaum Yahudi, dan kami mengetahui kapan ia diturunkan, niscaya kami akan menjadikan hari turunnya ayat tersebut sebagai hari raya.”
‘Umar lantas bertanya: “ayat apa itu gerangan?”
Si Yahudi itu menjawab: “ayat alyauma akmaltu lakum… (Pada hari ini telah Kusempurnakan agama kalian dan telah Kusempurnakan nikmat-Ku bagi kalian, dan Aku ridha, Islam menjadi agama bagi kalian. QS. al-Maaidah: 3)”
‘Umar lantas berkata: “Sungguh aku tahu kapan dan di mana ayat tersebut diturunkan. Ia turun pada Nabi di Arafah di hari Jum’at, saat kami tengah wukuf bersama beliau di Arafah.”

٧/ أنه موافق ليوم الجمع الأكبر، والموقفِ الأعظم يومِ القيامة، فإن القيامة تقومُ يومَ الجمعة، كما قال النبي صلى الله عليه وسلم: “خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ أُدْخِلَ الجَنَّةَ، وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَفِيهِ تَقُومُ السَّاعَةُ، وَفِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرَاً إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ” [ مسلم كتاب الجمعه – باب فضل يوم الجمعه]

Ketujuh: Hari tersebut, bertepatan dengan “al-Jam’ul Akbar, al-Mauqif al-A’zham” (yaitu hari dikumpulkannya segenap manusia di padang Mahsyar) di hari kiamat. Karena hari kiamat akan terjadi pada hari Jum’at. Sebagaimana disabdakan oleh Nabi: “Hari terbaik yang tersinari mentari adalah hari Jum’at. Di hari Jum’at, Adam diciptakan. Di hari itu pula, ia dimasukkan ke dalam surga. Di hari itu juga, ia dikeluarkan dari surga. Di hari itu, kiamat akan terjadi. Di hari itu, ada satu momen di mana panjatan do’a kebaikan dari seorang hamba pasti akan dikabulkan jika dilakukan tepat pada momen tersebut”. (HR. Muslim, Bab Fadhl Yaumil Jumu’ah)

٨/ أن الطاعةَ الواقِعَة مِن المسلمين يومَ الجُمعة ، وليلةَ الجمعة ، أكثر منها في سائر الأيام ، حتى إن أكثرَ أهل الفجور يَحترِمون يوم الجمعة وليلته.

Kedelapan: Ketaatan kaum muslimin yang terjadi di hari dan di malam Jum’at, melebihi ketaatan yang terjadi pada hari-hari lainnya. Bahkan, keumuman orang-orang yang suka bermaksiat, begitu menghormati hari dan malam Jum’at.

٩/ أنه موافق ليوم المزيد في الجنة، وهو اليومُ الذي يُجمَعُ فيه أهلُ الجنة في وادٍ أَفْيحَ ، ويُنْصَبُ لهم مَنَابِرُ مِن لؤلؤ، ومنابِرُ من ذهب ، ومنابرُ من زَبَرْجَدٍ وياقوت على كُثبَانِ المِسك ، فينظرون إلى ربِّهم تبارك وتعالى، ويتجلى لهم، فيرونه عِياناً.

Kesembilan: Hari tersebut bertepatan (dan berkesesuaian) dengan (peristiwa) al-Yaum al-Mazid, yaitu hari di saat para penduduk surga dikumpulkan di lembah yang luas, saat mahligai-mahligai mutiara, emas, permata jamrud dan yaqut, di didirikan untuk mereka di atas butiran pasir misk. Saat itu, mereka melihat Rabb mereka tabaraka wa ta’ala, dan Rabb menampakkan diri-Nya kepada mereka, sehingga mereka melihat-Nya dengan mata kepala secara langsung.

١٠/ أنه يدنو الرّبُّ تبارك وتعالى عشيةَ يومِ عرفة مِن أهل الموقف ، ثم يُباهي بهم الملائكة فيقول: “مَا أَرَادَ هؤُلاءِ، أُشْهِدُكُم أنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُم” وتحصلُ مع دنوه منهم تبارك وتعالى ساعةُ الإِجابة التي لاَ يَرُدُّ فيها سائل يسأل خيراً فيقربُون منه بدعائه والتضرع إليه في تلك الساعة، ويقرُب منهم تعالى نوعين من القُرب ، أحدهما: قربُ الإِجابة المحققة في تلك الساعة، والثاني: قربه الخاص من أهل عرفة ، ومباهاتُه بهم ملائكته.”

Kesepuluh: Pada hari tersebut, Rabb tabaraka wa ta’ala mendekat pada orang-orang yang tengah wukuf di hari Arafah, kemudian Dia membanggakan mereka di hadapan para malaikat seraya berfirman: “Apa yang diinginkan oleh mereka ini? Aku jadikan kalian saksi bahwa Aku telah mengampuni mereka”.
Bersamaan dengan mendekatnya Allah kepada orang-orang yang tengah wukuf, terdapat saat-saat ijabah bagi para pemohon kebaikan pada Allah, maka mereka pun mendekat kepada-Nya dengan do’a, ibadah, dan tadhorru’ pada-Nya di saat-saat ijabab tersebut.
Kedekatan Allah pada mereka, ada dua jenis: yang pertama adalah dekatnya realisasi dan jawaban do’a yang dipanjatkan pada saat itu. Dan yang kedua adalah kedekatan Allah yang bersifat khusus pada orang-orang yang wukuf, dan dibanggakannya mereka oleh Allah di hadapan para malaikat.

***

Selesai diterjemahkan pada hari Jum’at, 09 Dzulhijjah 1435 / 03102014
oleh:
Johan Saputra Halim (Abu Ziyan)
fb.com/jo.saputra.halim

dari artikel yang disebarkan oleh guru kami Ust. Mizan Qudsiah, Lc. hafizhahullah di salah satu grup WA.

Artikel:
https://kristaliman.wordpress.com

Fanpage:
fb.com/kristaliman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: