Tinggalkan komentar

Di Setiap Kurun Ada as-Saabiquun di Tengah Ummatku

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

في كل قرن من أمتي سابقون

“Pada setiap kurun di tengah ummatku, ada as-saabiquun yaitu orang-orang yang lebih dulu” [HR. Abu Nu’aim dalam al-Hilyah: 1/8, Silsilah ash-Shahihah no. 2001]

Para pen-syarah hadits telah menjelaskan siapakah mereka “orang-orang yang lebih dulu” tersebut. Mereka adalah para ulama yang lebih dulu dalam melakukan dakwah, lebih dulu dalam hal tajdid (pembaharuan di tengah umat), lebih dulu dalam ilmu dan kepemimpinan dalam agama. [Syaikh Ali Hasan al-Halabi]

Hadits ini adalah salah satu standar acuan dalam menilai suatu kelompok atau gerakan yang mengatasnamakan Islam. Apakah mereka berada di atas al-haq atau justru berada di atas kesesatan.

Ciri khas kelompok al-haq adalah; ilmu dan prinsip beragama mereka diwariskan berantai dari ulama ke ulama generasi berikutnya. Kelompok yang berada di atas al-haq senantiasa punya pendahulu dari kalangan ahli ilmu pada setiap pendapat dalam urusan agama mereka.

Maka jika kita ingin menilai suatu kelompok atau suatu gerakan yang mengatasnamakan Islam, telitilah prinsip-prinsip mereka dalam beragama. Kemudian tanyakan; “Siapa pendahulu kalian dalam memahami dan mempraktikkan prinsip-prinsip beragama tersebut…??” Jika mereka memiliki sandaran yang shahih dari para Imam Islam yang sepanjang sejarah diakui akan keilmuan dan keimamannya dalam agama (semisal; para Sahabat, pengikut Sahabat yang shalih, atau para Imam Madzhab yang empat), maka Insya Allah kelompok tersebut secara prinsip telah berada di atas track yang benar.

Karena tak ada satu pun perkara yang dianggap al-haq secara turun temurun oleh para ulama dari para Salaf mereka, lantas pada hari ini menjadi kebathilan dan kesesatan. Sebagaimana tak ada satu pun perkara yang dianggap sesat secara turun temurun oleh para ulama semenjak Salaf, lantas pada hari ini menjadi al-haq.

Sebagai Contoh: Kelompok Takfir

Maka sungguh tidak pantas bagi seseorang yang kerdil di zaman ini, menyimpulkan hukum dari ayat-ayat yang berbicara tentang Takfir atau semisalnya, tanpa memiliki pendahulu dari sekumpulan besar ulama Salaf yang menyokong kesimpulan tersebut.

Inilah yang terjadi pada Khawarij (ISIS dan simpatisannya) di era ini. Mereka menyimpulkan hukum berdasarkan ta’wil-ta’wil ayat yang tidak pernah diucapkan atau diajarkan para ulama dan Salaf kita secara turun temurun.

Salah satu ilmu baru dan nyeleneh yang dimunculkan oleh takfiriyyun terkait masalah berhukum dengan selain hukum Allah adalah, manakala mereka menta’wil tafsiran “kufrun duuna kufrin” dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma (pada ayat QS.05:44). Mereka menyimpulkan, bahwa yang dimaksud kufur duuna kufrin oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma adalah kufur yang mengeluarkan dari Islam, hanya saja levelnya lebih ringan dibanding kekufuran akbar yang lain.

Sungguh ini adalah kesimpulan dan tafsiran baru yang tidak pernah diucapkan oleh para Imam agama yang telah mendahului kita. Padahal dalam riwayat lain, jelas-jelas Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma menafsirkan bahwa berhukum dengan selain hukum Allah adalah jenis kekufuran yang tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari millah (agama). Kecuali jika pelakunya menghalalkan (hukum selain hukum Allah) atau menentang hukum Allah secara nyata.

Model ajaran Takfir yang mereka praktikkan dan mereka pertontonkan pada hari ini kepada dunia, sama sekali tidak pernah diwariskan oleh para salaf sebagai warisan ilmu apalagi sebagai teladan dalam amal. Mereka memungut ajaran Takfir ini dari orang-orang yang kerdil. Orang-orang yang tidak dikenal dalam sejarah sebagai Imam-Imam agama yang telah mendahului umat ini dalam ilmu dan dakwah.

Maka cukuplah ini menjadi bukti akan kesesatan kelompok mereka.

#MembantahTakfiri

***

Lombok, 14042015, 02.09AM
Johan Saputra Halim (Abu Ziyan)

Artikel:
kristaliman.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: