Tafsir

Israiliyyat dalam Studi Tafsir

Israiliyyat dalam Studi Tafsir

Dalam banyak literatur tafsir al-Qur’an yang ditulis oleh para ulama terdahulu, tidak sedikit unsur Israiliyyat masuk tersisipkan. Sehingga secara tidak langsung juga ikut menjadi struktur atau fragmen dalam konstruksi pemahaman terhadap al-Qur’an. Belakangan, Israiliyyat—yang dimaknai sebagai riwayat-riwayat kisah tentang umat-umat terdahulu sebelum Islam dalam interaksi mereka dengan Nabi-Nabi utusan Alläh dan ajaran yang mereka bawa—terbukti […]

Jihad Ala Takfiri Vs. Seruan al-Qur’an

Jihad Ala Takfiri Vs. Seruan al-Qur’an

Kaum Takfiriyyün yang gemar mengkafirkan pemerintah-pemerintah muslim tanpa bukti yang kokoh meyakinkan dan jauh dari kesamaran, sering kali menjadikan sikap-sikap sebagian pemerintah muslim yang melakukan kerjasama dengan negara-negara kafir sebagai dalih untuk mengkafirkan atau menghalalkan pemberontakan terhadap mereka. Ada anggapan keliru—lebih tepatnya “syuhbat”—yang mendasari sikap aneh kaum takfiriyyün ini. Di mata mereka, masalah Islam dan […]

Indahnya al-Qur’an: Pesan Tersirat tentang Beratnya Transisi dari Dunia Menuju Akhirat

وَتَحْمِلُ أَثْقَالَكُمْ إِلَىٰ بَلَدٍ لَمْ تَكُونُوا بَالِغِيهِ إِلَّا بِشِقِّ الْأَنْفُس Dan (unta mampu) memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. (an-Nahl: 7) Ibnul Qayyim rahimahullah mengomentari ayat tersebut dengan indahnya: هذا شأن الإنتقال في الدنيا من بلد  لبلد،فكيف الإنتقال من الدنيا إلى الآخرة Ini adalah […]

Perbedaan yang Agung antara Huruf عن dan في

Mari sejenak mentadabburi dua ayat berikut ini: فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,” Subhanallaah..!!, ada orang yang mengerjakan sholat, tapi justru dikatakan celaka. Siapakah mereka…?? الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (Mereka adalah) orang-orang yang lalai dari shalatnya, (al-Maa’uun: 4-5) Lalai di sini apakah di luar sholat atau di dalam sholat..?? Ibnu Taimiyyah Rahimahullah […]

Kelembutan al-Qur’an: “Betapa Dekatnya DIA, Saat Engkau Berdo’a”

Renungan terhadap ayat yang mulia ini, seolah memberikan kita sepasang sayap tuk terbang ke angkasa Ramadhân. Hanya untuk memanjatkan do’a demi do’a pada Dia yang menyebut diri-Nya ‘dekat’. وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَالْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ “Dan jika hamba-hamba-Ku bertanya padamu (wahai Muhammad) tentang-Ku, sungguh Aku […]

Besarnya Celaan dan Siksaan, Berbanding Lurus dengan Tingginya Kemuliaan dan Kedudukan

Renungan akan sebuah ayat yang mulia berikut ini, sudah seharusnya menjadikan para da’i dan guru dalam kebajikan, terbang melayang dalam rasa takut yang hebat. Betapa tidak, manakala Allâh berfirman: يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ مَنْ يَأْتِ مِنْكُنَّ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ يُضَاعَفْ لَهَا الْعَذَابُ ضِعْفَيْنِ وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا. ومن يقنت منكن لله ورسوله وتعمل صالحاً نؤتها أجرها […]

Seuntai Kalimat Tentang QS. Al-Kâfirûn

Mari sejenak merehatkan hati dari segenap kesibukan, kemudian palingkan segenap focus perhatian pada rangkai ayat-ayat yang agung ini untuk sama-sama kita renungi: قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1) لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (3) وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6) […]

E-Book Gratis: “Pada Akhirnya Kejayaan adalah Milik Kita (Tafsir Ayat-55 Surat an-Nûr)”

Keterpurukan yang menimpa kita kaum muslimin saat ini, begitu menyakitkan. Lihat bagaimana kezaliman yang dipertontonkan terang-terangan di Gaza-Palestina. Jangan pernah menutup mata dari apa yang menimpa ahlussunnah (baca: Sunni) di Suriah, dan muslimin Rohingya di Myanmar belakangan ini. Adakah obat mujarab yang bisa mengobati hati kita yang tengah tersayat oleh kesewenang-wenangan musuh Allâh yang durjana? […]

Faidah Lughoh 01: Kekeliruan Jahmiyyah dalam Memahami “Innaa Ja’alnaa…”

Kekeliruan dalam memahami teks Bahasa Arab dalam ayat-ayat al-Qur’an bisa menghantarkan pada penyimpangan aqidah. Sebagai contoh; kekeliruan sekte Jahmiyyah dalam memahami lafaz ayat “Innaa ja’alnaa…” (Sungguh, Kami telah menjadikan…) “Innaa ja’alnaa” terkadang bermakna “shoyyaro” (menjadikan) dan terkadang juga bermakna “kholaqo” (menciptakan). Jadi tidak selalu bermakna “kholaqo” di setiap tempat dalam al-Qur-an, sebagaimana anggapan Jahmiyyah. Lalu […]

Faidah Lughoh 02: Keajaiban makna dhomir (kata ganti) dalam al-Qur-aan

Di antara keajaiban ayat al-Qur-aan (jika ditinjau dari sisi bahasa), bisa terlihat dari dhomir-dhomir yang digunakannya. Satu dhomir terkadang kembali pada dua objek referensi yang berbeda, namun ajaibnya, makna yang dihasilkannya justru saling memperkuat makna masing-masing dhomir satu sama lain. Tidak hanya sampai di situ, makna ayat pun akan semakin luas dan kaya khazanah, tanpa […]

“Innal Insaana Lirobbihi Lakanuud…”

“Innal Insaana Lirobbihi Lakanuud…”

Ibnul Qayyim rahimahullaah (wafat: 751-H) dalam kitabnya Madaarijus Saalikiin (1/209-210, Cet.-3, Daarul Kitab al-‘Arobi – Beirut) menuliskan permisalan yang sangat indah, tentang mereka yang senantiasa menghitung-hitung musibah dan melupakan nikmat-nikmat Allah, padahal dia sendiri adalah penyebab utama dari segenap musibah yang menimpanya: وَلَوْ عَلِمَ هَذَا الظَّالِمُ الْجَاهِلُ أَنَّهُ هُوَ الْقَاعِدُ عَلَى طَرِيقِ مَصَالِحِهِ يَقْطَعُهَا عَنِ […]