Tag Archive | Faidah Lughoh

Faidah Lughoh 01: Kekeliruan Jahmiyyah dalam Memahami “Innaa Ja’alnaa…”

Kekeliruan dalam memahami teks Bahasa Arab dalam ayat-ayat al-Qur’an bisa menghantarkan pada penyimpangan aqidah. Sebagai contoh; kekeliruan sekte Jahmiyyah dalam memahami lafaz ayat “Innaa ja’alnaa…” (Sungguh, Kami telah menjadikan…) “Innaa ja’alnaa” terkadang bermakna “shoyyaro” (menjadikan) dan terkadang juga bermakna “kholaqo” (menciptakan). Jadi tidak selalu bermakna “kholaqo” di setiap tempat dalam al-Qur-an, sebagaimana anggapan Jahmiyyah. Lalu […]

Faidah Lughoh 02: Keajaiban makna dhomir (kata ganti) dalam al-Qur-aan

Di antara keajaiban ayat al-Qur-aan (jika ditinjau dari sisi bahasa), bisa terlihat dari dhomir-dhomir yang digunakannya. Satu dhomir terkadang kembali pada dua objek referensi yang berbeda, namun ajaibnya, makna yang dihasilkannya justru saling memperkuat makna masing-masing dhomir satu sama lain. Tidak hanya sampai di situ, makna ayat pun akan semakin luas dan kaya khazanah, tanpa […]