Tag Archive | Fiqih

Bahasan Ilmiah: Pendapat “Paling Pas” Tentang Tabyiitun Niyyah (Niat Puasa)

Bahasan Ilmiah: Pendapat “Paling Pas” Tentang Tabyiitun Niyyah (Niat Puasa)

Prolog Dalam masalah puasa Ramadhan, para ulama berbeda pendapat terkait kewajiban niat puasa. Setidaknya pendapat mereka terbagi menjadi dua pendapat. Saya (dengan segala keterbatasan ilmu dan kerdilnya amal) mencoba melakukan penelitian  “kecil-kecilan” tentang tema ini demi mencari pendapat yang paling dekat dengan kebenaran. Alhasil, penelitian “kecil-kecilan” tersebut mengantarkan saya pada kesimpulan sementara bahwa pendapat yang […]

Ru’yah Hilal Dengan Teleskop: Bid’ahkah..?? Tunggu Dulu..!!

Ru’yah Hilal Dengan Teleskop: Bid’ahkah..?? Tunggu Dulu..!!

Jadi teringat. Dulu, di antara ahlussunnah khususnya thullâbul ‘ilmi (penuntut ilmu syar’i), banyak yang kekeh menganggap penggunaan alat bantu ru’yatul hilâl semacam teropong dan teleskop adalah satu di antara kebid’ahan era kontemporer dalam metode penetapan awal-akhir puasa. Sejatinya ini adalah masalah ijtihadiyyah yang tidak selayaknya kaum muslimin gontok-gontokan karenanya. Sekalipun saya condong pada pendapat cukupnya […]

Puasa Syawwal: 5 Pelajaran Berharga dari Imam Malik

Puasa Syawwal: 5 Pelajaran Berharga dari Imam Malik

Ada sebuah ungkapan yang—bagi saya pribadi sebagai orang yang awam dalam fiqih madzhab—cukup “mengherankan” dari Imam Malik bin Anas rahimahullaah (wafat: 179-H) tentang sunnah puasa 6 hari di bulan Syawwal. Dalam al-Muwaththa’ Imam Malik[1] disebutkan: قَالَ يَحْيَى: وسَمِعْتُ مَالِكًا يَقُولُ: فِي صِيَامِ سِتَّةِ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ، «إِنَّهُ لَمْ يَرَ أَحَدًا مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ […]

Boleh “Qadha’ + Syawwal” Sekaligus Nggak..?? Yang Mana Lebih Dulu..??

Boleh “Qadha’ + Syawwal” Sekaligus Nggak..?? Yang Mana Lebih Dulu..??

Keutamaan Puasa Syawwal Berpuasa 6 hari di bulan Syawwal punya keutamaan yang besar di sisi Allah. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat, Abu Ayyub al-Anshory radhiallaahu’anhu[1]: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ “Barangsiapa berpuasa Ramadhan, lalu melanjutkannya dengan berpuasa 6 hari di bulan Syawwal (selain […]

Bersatu Bersama Ulil Amri Dalam ‘Ibadah Jama’iyyah

Bersatu Bersama Ulil Amri Dalam ‘Ibadah Jama’iyyah

Jika Hilal Syawwal Bisa Terlihat, Namun Tidak Bagi Sebagian Orang Berikut ini adalah hadits yang kami nukilkan dari al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah al-Muyassaroh (3/209, cet.-1 Maktabah Islamiyyah) karya Syaikh Husein al-‘Uwaayisyah. عَن أبي عُمَيْر بن أَنَس بن مَالِك قال: “حدَّثنِي عُمُوْمَتِي مِن الأنْصار مِن أَصْحاب رسول الله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قالوا: أُغْمِي علينا هِلاَلُ […]