7 Komentar

Syair Imam Syafi’i: “Merantau Demi Ilmu dan Kemuliaan”

Al-Imam asy-Syafi’i berkata dalam syairnya:

ما في المُقامِ لذي عقلٍ وذي أدبٍ
مِنْ رَاحَة ٍ فَدعِ الأَوْطَانَ واغْتَرِب
“Berdiam diri, stagnan, dan menetap di tempat mukim, sejatinya bukanlah peristirahatan bagi mereka pemilik akal dan adab, maka berkelanalah, tinggalkan negerimu (demi menuntut ilmu dan kemuliaan)

سافرْ تجد عوضاً عمَّن تفارقهُ
وانْصَبْ فَإنَّ لَذِيذَ الْعَيْشِ فِي النَّصَبِ
Safarlah, engkau akan menemukan pengganti orang-orang yang engkau tinggalkan. Berpeluhlah engkau dalam usaha dan upaya, karena lezatnya kehidupan baru terasa setelah engkau merasakan payah dan peluh dalam bekerja dan berusaha.

إني رأيتُ وقوفَ الماء يفسدهُ
إِنْ سَاحَ طَابَ وَإنْ لَمْ يَجْرِ لَمْ يَطِبِ
Sungguh aku melihat, air yang tergenang dalam diamnya, justru akan tercemar lalu membusuk. Jika saja air tersebut mengalir, tentu ia akan terasa lezat menyegarkan. Tidak demikian jika ia tidak bergerak mengalir.

والأسدُ لولا فراقُ الأرض ما افترست والسَّهمُ لولا فراقُ القوسِ لم يصب
Sekawanan singa, andai tidak meninggalkan sarangnya, niscaya kebuasannya tidak lagi terasah, ia pun akan mati karena lapar. Anak panah, andai tidak melesat meninggalkan busurnya, maka jangan pernah bermimpi akan mengenai sasaran.

والشمس لو وقفت في الفلكِ دائمة
لَمَلَّهَا النَّاسُ مِنْ عُجْمٍ وَمِنَ عَرَبِ
Sang surya, andai selalu terpaku di ufuk, niscaya ia akan dicela oleh segenap ras manusia, dari ras arabia, tidak terkecuali selain mereka.

والتبر كالترب ملقى في أماكنه
والعودُ في أرضه نوعاً من الحطب
Dan bijih emas yang masih terkubur di bebatuan, hanyalah sebongkah batu tak berharga, yang terbengkalai di tempat asalnya. Demikian halnya dengan gaharu di belantara hutan, hanya sebatang kayu, sama seperti kayu biasa lainnya.

إن تغرَّب هذا عزَّ مطلبهُ
وإنْ تَغَرَّبَ ذَاكَ عَزَّ كالذَّهَب
Andai saja gaharu tersebut keluar dari belantara hutan, ia adalah parfum yang bernilai tinggi. Dan andaikata bijih itu keluar dari tempatnya, ia akan menjadi emas yang berharga.

*dinukil dan diterjemahkan secara bebas berdasarkan Syarh Diwan asy-Syafi’i (hal. 25-27), Muhammad Ibrahim Salim, Cet. Maktabah Ibn. Sina – Mesir.

***

Lombok, 11 Dzulhijjah 1434 / 16102013
Jo Saputra Halim (Abu Ziyan)

7 comments on “Syair Imam Syafi’i: “Merantau Demi Ilmu dan Kemuliaan”

  1. العلم خير زاد…فجمعه و نشره ينجينا في معاد…فطوبي للغرباء…يتغربون إلي بلاد العلماء…هنيئا ثم هنيئا لكم أيها النجباء…
    نحن في انتظار غربةكم في بلاد الحرمين
    أخوكم أبو ابن كثير الحرميني” بامبانغ

  2. Bisa untuk Tugas Final nih… Terimakasih yah, Salam dari GudangIlmu

  3. ishlah ya akhi, bait yang sebelum terakhir sepertinya ada yang salah
    tertulis والترب كالترب, yang benar والتبر كالترب
    syukron, jazakumullah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: